Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Cahaya dan Suhu Jadi Kunci Agar Tulip Mekar Lebih Lama di Indonesia

Chairunnisya • Selasa, 23 Juni 2026 | 19:08 WIB
Tulip (DOK JAWAPOS)
Tulip (DOK JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Menumbuhkan tulip di negara tropis bukan hanya soal membuat tanaman tumbuh. Tantangan berikutnya adalah menjaga bunga tetap mekar dalam kondisi terbaik.

Dilansir dari Jawapos, urban gardener Ida Amal menjelaskan bahwa pencahayaan dan suhu menjadi dua faktor penting yang menentukan kualitas bunga tulip saat memasuki fase berbunga.

Cahaya Membantu Batang Tumbuh Lebih Tinggi

Menurut Ida, paparan cahaya berfungsi untuk merangsang pertumbuhan batang tulip. Jika menginginkan batang yang lebih panjang, pencahayaan tambahan dapat diberikan pada malam hari saat tanaman berada di dalam showcase.

Baca Juga: Penyiraman Tulip di Daerah Tropis Tidak Boleh Sembarangan, Begini Caranya

Namun, pemberian cahaya tetap harus diimbangi dengan pengaturan suhu yang tepat. Sebab, suhu yang terlalu panas justru dapat mempercepat bunga mekar sekaligus memperpendek masa bertahannya.

Panas Berlebih Membuat Bunga Cepat Layu

Ida mengungkapkan bahwa tulip memiliki respons unik terhadap suhu dan cahaya.

’’Tulip itu kalau kena sinar matahari bunganya mekar. Nanti kalau dimasukkan di kulkas dia akan kuncup lagi. Tapi kalau terlalu panas suhu luarnya, dia nggak akan bisa nutup lagi,’’ jelas Ida.

Baca Juga: Ingin Menanam Tulip di Indonesia? Umbi Harus Langsung Masuk Kulkas dan Ini Alasannya

Karena itu, pengaturan waktu paparan sinar matahari menjadi bagian penting dalam perawatan sehari-hari.

Jika perawatan dilakukan dengan baik, bunga tulip dapat bertahan mekar lebih dari satu minggu. Sebaliknya, paparan panas berlebihan membuat bunga lebih cepat layu.

Umbi Masih Bisa Digunakan Kembali

Perawatan tulip tidak berhenti setelah bunga layu. Ida menjelaskan bahwa umbi masih dapat dimanfaatkan kembali untuk satu periode tanam berikutnya.

Baca Juga: Bunga Tulip Ternyata Bisa Tumbuh di Indonesia, Ini Rahasianya

’’Saat bunga tidak kuncup, ia akan mengering. Itu harus segera dicabut supaya umbinya bisa ditanam lagi, masih bisa tumbuh satu periode. Tapi kalau umbinya sudah kecil-kecil sudah tidak bisa,’’ ujarnya.

Karena itu, kondisi umbi perlu diperhatikan setelah masa berbunga berakhir.

Butuh Kesabaran Hingga Empat Bulan Lebih

Menanam tulip bukan proses yang instan. Dari awal penanaman hingga bunga mekar membutuhkan waktu yang cukup panjang.

Baca Juga: Bayam Batang Pink, Sayuran Unik yang Sekaligus Jadi Tanaman Hias

Ida menyebut proses tersebut berlangsung sekitar empat hingga lima bulan. Selama periode itu, suhu, kelembapan, pencahayaan, dan kondisi media tanam harus terus dipantau.

Karena itulah, kesabaran menjadi salah satu kunci utama bagi siapa pun yang ingin mencoba menanam tulip di iklim tropis. (*) 

Editor : Chairunnisya
#tulip #tanaman hias #tanaman