PONTIANAK POST - Salah satu mainan yang saat ini banyak dikoleksi adalah action figure. Merek action figure dan model kit rakitan yang kini populer di kalangan kolektor adalah Blokees.
“Blokees memiliki perbedaan dengan mainan biasa,” jelas Firman Harnadi, kolektor Blookes di Pontianak.
Dia menjelaskan Blokees adalah model kit figure dengan gimmick blind box. Saat membelinya, penghobi mendapatkan kesenangan karena bisa merakit figurnya. Cara merakitnya mudah. Kualitas produknya baik. Catnya juga bagus.
“Ada sensasi gacha dari blink boxnya,” ungkap staf Prokopim di Pemkot Pontianak itu.
Menurut Firman, waktu untuk merakit satu model tergantung besar dan ukurannya. Paling cepat tiga menit. Semakin besar Blokees nya semakin lama juga waktu perakitannya. Bahkan, untuk satu action figure bisa sampai 30 menit ketika merakitnya.
Firman mengaku tantangan terbesar menjadi kolektor mainan ini adalah upaya untuk
mendapatkan figure secret atau ekslusif di event tertentu. “Tetapi inilah keseruannya,” kata Firman, sembari menuturkan biaya yang dikeluarkan untuk hobi tersebut berkisar Rp500 ribu sampai Rp1 juta perbulan.
Firman yang juga menyukai fotografi ini juga menjadikan action figurnya menjadi model untuk sesi pemotretan.
Dia juga kerap ikut serta dalam kompetisi fotografi dan modifikasi figure yang diadakan oleh Blokees official. Kompetisi ini terbuka secara global dan gratis.
“Beberapa Warga Pontianak sudah pernah ada yang memenangkannya,” tukasnya.
Bagi Firman, mengoleksi Blokees sangat menyenangkan. Imajinasinya bisa tersalurkan. Kesabarannya juga dilatih, karena merakit Blokees ini membutuhkan kesabaran dan ketelitian.
Berbagi Pengetahuan di Komunitas
Sementara itu, Ketua Blokees Collector West Borneo, Teguh menuturkan jika perkembangan Blokees di Kota Pontianak semakin pesat.
Sejak berdiri November 2024, terdapat 113 member aktif di komunitasnya. Perbandingan anggota dewasa dan anak-anak seimbang, yakni 50:50.
“Komunitas ini menjadi wadah kolektor dalam mengoleksi berbagai action animasi. Selain itu, juga menjadi jembatan silaturahmi sesama penghobi action animasi,” ungkap Teguh.
Mereka juga saling berbagi pengetahuan, terutama pada anak-anak pengoleksi Blokees yang belum terlalu mengerti konsep berkomunitas. “Mereka masih mengoleksi secara sporadis,” jelas Teguh,
Tak hanya berdiskusi melalui grup media sosial, komunitas ini juga sering melakukan gathering saat ada produk Blokees baru masuk di satu toko mainan.
Momen ini biasanya dimanfaatkan kolektor untuk menyerbu dan terjadilah gathering dadakan. “Kalau kegiatan rutin kami, biasanya jual beli koleksi, sharing dan ada juga lomba fotografi” ujarnya.
Menurut Teguh, produk Blookes biasanya dirakit tanpa lem, memiliki banyak titik artikulasi dan mengangkat karakter dari berbagai franchise terkenal seperti Transformers, Marvel, Naruto, Evangelion, Pokémon, dan lainnya. Kualitasnya bagus, tetapi harganya tidak begitu mahal. Banyak variasi dan mudah didapatkan.
“Makanya Blokees makin diminati di Kota Pontianak, khususnya penghobi animasi action figure,” tuturnya.
Teguh menambahkan Blokees memiliki barang langka yang diburu semua kolektor. Tidak mudah mendapatkannya, memerlukan keberuntungan juga atau membeli di marketplace dengan cara siapa paling cepat.
“Sebab ketika action itu langka biasa produksinya juga terbatas. Kalau untuk kisaran harga dan koleksi termahal yang pernah dimiliki anggota seperti limited event Blokees Indonesia harganya ada yang tembus Rp 2 juta,” pungkasnya. (*)
Editor : Chairunnisya