PONTIANAK POST - Memelihara hewan eksotis bukan hanya soal memilih jenis yang menarik, tetapi juga memahami kebutuhan hidupnya.
Hal itu juga berlaku bagi Asian Forest Scorpion atau kalajengking hutan Asia yang membutuhkan lingkungan menyerupai habitat aslinya agar dapat hidup dengan baik.
Perlu Terarium dengan Kondisi Lembap
Salah seorang pendiri Jumbo Keong Indonesia (JKI), Tony Wicaksono, mengatakan kalajengking yang berasal dari kawasan hutan tropis tersebut memerlukan terarium dengan kondisi yang lembap karena aktif pada malam hari.
Baca Juga: Kisah Tony Satu Dekade Pelihara 100 Kalajengking Patahkan Mitos Hewan Berbahaya
Menurutnya, media dasar terarium dapat menggunakan cocopeat dengan ketebalan sekitar dua hingga tiga kali ukuran tubuh kalajengking.
Media tersebut kemudian dilengkapi daun kering, potongan kayu ringan, serta tempat persembunyian agar suasana kandang terasa lebih alami.
Tidak Gunakan Dekorasi Berbahaya
Tony mengingatkan agar pemilik tidak menggunakan dekorasi yang berpotensi membahayakan satwa.
Baca Juga: Tak Segarang Tampilannya, Asian Forest Scorpion Direkomendasikan untuk Penghobi Kalajengking Pemula
"Jangan menggunakan dekorasi yang tajam atau batu yang berisiko runtuh. Kalajengking suka menggali, jadi benda berat bisa membahayakan mereka," jelasnya, dikutip dari Jawapos.
Meski dapat dipelihara secara berkelompok, ia mengakui kalajengking dewasa memiliki sifat teritorial. Karena itu, sebagian koleksinya ditempatkan secara terpisah.
Selain menyiapkan habitat yang sesuai, perawatan harian juga tergolong sederhana.
Beri Pakan Jangkrik Tiga Kali Seminggu
Kalajengking cukup diberi pakan jangkrik sebanyak tiga kali dalam seminggu, menjaga kelembapan kandang, serta menghindarkan terarium dari suhu yang terlalu panas.
Tony juga mengingatkan bahwa kalajengking tidak boleh dijemur secara langsung karena dapat mengganggu kondisi tubuhnya.
Baca Juga: Cegah Rabies, Warga Sanggau Diminta Suntik VAR Hewan Peliharaan
Tantangan Terbesar Saat Masa Berkembang Biak
Tantangan terbesar justru muncul ketika memasuki masa berkembang biak.
Saat melahirkan, anak-anak kalajengking akan menempel di punggung induknya sehingga kebutuhan pakan induk harus benar-benar diperhatikan.
"Tiap hari saya beri satu jangkrik mati untuk induk sedang mengasuh anak. Jadi tidak perlu mengejar mangsa," ungkapnya.
Baca Juga: Lelah dengan Bulu Hewan Peliharaan yang Berserakan di Rumah? Ini Solusi dari Para Ahli
Menurut Tony, perhatian terhadap kondisi kandang dan pemberian pakan yang tepat menjadi bagian penting agar Asian Forest Scorpion dapat tumbuh dengan baik, termasuk saat memasuki masa reproduksi. (*)
Editor : Chairunnisya