PONTIANAK POST - Memelihara hewan eksotis tidak berhenti pada urusan menyediakan kandang dan pakan.
Bagi penghobi yang ingin mengembangbiakkan satwa tersebut, tantangan yang dihadapi justru jauh lebih besar, termasuk saat merawat induk setelah melahirkan.
Salah seorang pendiri Jumbo Keong Indonesia (JKI), Tony Wicaksono, telah memelihara kalajengking selama lebih dari satu dekade.
Baca Juga: Ingin Memelihara Kalajengking? Simak Tips Perawatan Asian Forest Scorpion Berikut Ini
Ketertarikannya berawal dari kegemarannya memelihara satwa yang unik dan tidak banyak dipelihara masyarakat.
"Saya memang suka hewan-hewan yang unik dan tidak biasa dipelihara orang," ujarnya, dikutip dari Jawapos.
Dari berbagai spesies yang ada, Tony memilih memelihara Asian Forest Scorpion atau kalajengking hutan Asia (Heterometrus sp.).
Baca Juga: Tak Segarang Tampilannya, Asian Forest Scorpion Direkomendasikan untuk Penghobi Kalajengking Pemula
Kini, koleksinya telah mencapai sekitar 100 ekor yang seluruhnya berasal dari spesies tersebut.
Anak Kalajengking Perlu Banyak Perhatian
Menurut Tony, tantangan terbesar bukan terletak pada perawatan harian.
Memberikan pakan jangkrik tiga kali dalam seminggu, menjaga kelembapan kandang, dan menghindarkan terarium dari suhu yang terlalu panas merupakan rutinitas yang relatif sederhana.
Baca Juga: Kisah Tony Satu Dekade Pelihara 100 Kalajengking Patahkan Mitos Hewan Berbahaya
Kesulitan justru muncul ketika kalajengking berkembang biak. Saat melahirkan, anak-anak kalajengking akan menempel di punggung induknya sehingga membutuhkan perhatian lebih selama masa pengasuhan.
Tony mengatakan induk harus memperoleh asupan makanan yang cukup agar tidak memangsa anak-anaknya sendiri.
"Tiap hari saya beri satu jangkrik mati untuk induk sedang mengasuh anak. Jadi tidak perlu mengejar mangsa," ungkapnya.
Pastikan Terarium Mirip Habitat Asli
Baca Juga: Jika Anda Tidur Bersama Hewan Peliharaan, Ini 7 Sifat Unik Menurut Psikologi
Selain memperhatikan kebutuhan pakan, Tony juga memastikan terarium tetap menyerupai habitat alami dengan media yang lembap dan tempat persembunyian yang memadai agar kalajengking merasa nyaman.
Pengalaman memelihara ratusan ekor Asian Forest Scorpion membuatnya semakin yakin bahwa spesies tersebut merupakan pilihan tepat bagi penghobi, terutama karena karakternya yang relatif tenang dan perawatannya tidak rumit.
"Kalau ingin mulai memelihara kalajengking, spesies ini yang paling saya rekomendasikan. Menarik, mudah dirawat, dan cocok untuk pemula," ucapnya. (*)
Editor : Chairunnisya