PONTIANAK POST -
Keindahan Kepe Monyong perlu diimbangi dengan perawatan yang tepat. Ikan ini memiliki pola makan yang cukup selektif sehingga penghobi perlu memperhatikan ketersediaan pakan di dalam akuarium.
Butuh Ekosistem yang Stabil
Penghobi ikan hias laut, Stevanus Sugiarto mengatakan sumber makanan alami Kepe Monyong adalah copepod, yakni mikroorganisme yang berkembang secara alami di akuarium yang sudah matang.
Baca Juga: Kepe Monyong, Ikan Cantik Pemangsa Aiptasia di Akuarium Laut
’’Karena itu, keberadaan copepod menjadi salah satu alasan akuarium harus memiliki ekosistem yang stabil sebelum ikan dimasukkan,’’ ucap Stevanus, dikutip dari Jawapos.
Selain copepod, penghobi juga kerap memberikan cacing sutra hidup sebagai pakan tambahan.
Pakan tersebut dapat digunakan untuk merangsang naluri berburu sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisi ikan.
Karena pola makannya, memelihara Kepe Monyong membutuhkan komitmen dan pemahaman mengenai kualitas air serta kesabaran selama proses adaptasi.
Baca Juga: Mengenal Bunglon Putih, Ikan Hias Laut Langka yang Banyak Diburu Penghobi
Tidak Cocok untuk Akuarium Baru
Kepe Monyong juga termasuk ikan yang cukup sulit dipelihara. Stevanus tidak merekomendasikannya bagi penghobi pemula karena salah satu tantangan terbesarnya adalah menjaga kestabilan kualitas air.
’’Kepe Monyong sangat sensitif terhadap perubahan pH yang drastis (pH swing). Parameter air harus stabil agar ikan tidak mengalami stres,’’ katanya.
Baca Juga: Tapah Short Body Langka Kini Menjadi Buruan Kolektor Ikan Hias Indonesia
Ikan tersebut juga tidak dapat langsung dimasukkan ke akuarium yang baru dibuat.
Akuarium perlu melalui proses cycling hingga ekosistem biologis dan populasi bakteri di dalamnya benar-benar matang.
’’Akuarium harus disiapkan dalam waktu yang cukup lama hingga ekosistem dan bakteri alaminya benar-benar stabil,’’ ujarnya. (*)
Editor : Chairunnisya