PONTIANAK POST - Perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar terjadi di media sosial.
Namun, cara menyampaikan kritik tetap perlu diperhatikan agar pendapat yang berbeda tidak berubah menjadi serangan terhadap pribadi seseorang.
Dilansir dari Jawapos, Certified Etiquette Trainer Eda Clarissa mengingatkan, kritik tetap boleh disampaikan.
Namun, kritik sebaiknya diarahkan pada persoalan, bukan menyerang pribadi.
Baca Juga: Etika Komentar di Media Sosial, Mengapa Empati Perlu Didahulukan Sebelum Mengetik
Kritik pada Masalah, Bukan Pribadi
Komentar yang mengandung isu SARA, merendahkan identitas, membongkar informasi pribadi, atau menyerang kehidupan personal tidak dapat dibenarkan hanya karena dianggap sebagai opini.
Dengan demikian, pengguna media sosial tetap dapat menyampaikan ketidaksetujuan tanpa merendahkan orang yang memiliki pandangan berbeda.
Baca Juga: Cara Bijak Berkomentar di Media Sosial Ketika Terjadi Bencana atau Musibah
Pilih Kalimat yang Tidak Menghakimi
Cara menyampaikan perbedaan pendapat juga perlu diperhatikan.
Kalimat yang menghakimi seperti ’’Kamu salah’’ dapat diganti dengan pernyataan yang menunjukkan sudut pandang pribadi, misalnya ’’Menurut pengalaman saya...’’ atau ’’Saya melihatnya dari sudut pandang yang berbeda...’’.
’’Setiap orang berhak memiliki pendapat yang berbeda. Menghormati hak tersebut adalah basic respect yang seharusnya kita miliki,’’ jelasnya.
Pendekatan tersebut membuat perbedaan pendapat tetap dapat disampaikan tanpa harus menjadikan percakapan sebagai ruang untuk menyerang orang lain.
Pendapat Berbeda Tetap Perlu Dihormati
Media sosial memungkinkan siapa saja menyampaikan pandangan.
Karena itu, kemampuan menghargai pendapat yang berbeda menjadi bagian penting dalam komunikasi digital.
Kritik yang berfokus pada persoalan juga membantu menjaga percakapan tetap berada pada topik yang dibahas, bukan bergeser menjadi serangan terhadap kehidupan pribadi. (*)
Editor : Chairunnisya