PONTIANAK POST - Menjaga rumah tetap bersih dan rapi sering kali terasa seperti pekerjaan yang tidak ada habisnya. Apalagi bagi mereka yang memiliki aktivitas padat setiap hari.
Namun, rumah yang nyaman tidak selalu membutuhkan waktu berjam-jam untuk dibersihkan. Sejumlah ahli kebersihan justru menyarankan rutinitas sederhana dan konsisten agar pekerjaan rumah tidak menumpuk.
Dikutip dari The Guardian, sejumlah housekeeper membagikan kebiasaan yang dapat membantu membuat rumah terasa lebih teratur, mulai dari merapikan tempat tidur hingga tidak membiarkan cucian menumpuk.
Berikut beberapa aturan praktis yang bisa diterapkan sehari-hari.
Baca Juga: Tren Rumah Modern Ubah Kebiasaan Makan, Ruang Makan Mulai Beralih Fungsi
1. Biasakan Merapikan Tempat Tidur
Merapikan tempat tidur setelah bangun tidur menjadi salah satu kebiasaan sederhana yang memberikan perubahan besar pada tampilan kamar.
Menurut ahli kebersihan yang dikutip The Guardian, tempat tidur yang rapi dapat membuat kamar terlihat lebih teratur meskipun bagian lain belum sepenuhnya bersih.
Seprai juga disarankan dicuci secara rutin. Dalam kondisi normal, mengganti seprai seminggu sekali dinilai cukup, sedangkan frekuensinya dapat ditambah ketika cuaca panas atau jika hewan peliharaan tidur di tempat tidur.
Baca Juga: Arti Simbol Segitiga pada Label Baju, Panduan Penting agar Pakaian Tak Cepat Rusak
2. Jangan Biarkan Piring Menumpuk
Dapur yang dipenuhi piring kotor dapat membuat seluruh rumah terasa berantakan.
Karena itu, mencuci dan mengembalikan peralatan makan ke tempatnya sebaiknya dilakukan sesegera mungkin. Kebiasaan ini membuat pekerjaan tidak menumpuk pada akhir hari.
3. Perhatikan Aroma Rumah
Kebersihan rumah tidak hanya berkaitan dengan apa yang terlihat, tetapi juga aroma ketika seseorang masuk ke dalam ruangan.
Dapur yang bersih, permukaan perabot yang terawat, serta penggunaan pengharum ruangan atau diffuser dapat membantu menciptakan suasana yang lebih menyenangkan.
Namun, pastikan produk pewangi digunakan sesuai petunjuk dan tidak berlebihan.
Baca Juga: Virus Flu Bisa Bertahan di Permukaan, Ini Cara Membersihkan Rumah Setelah Ada yang Sakit
4. Jangan Abaikan Kamar Mandi
Kamar mandi menjadi salah satu area yang paling mudah menunjukkan apakah sebuah rumah dirawat dengan baik.
Membersihkan toilet dan permukaan kamar mandi secara rutin dapat mencegah kotoran menumpuk. Untuk kerak kapur, salah satu ahli yang dikutip The Guardian menyebut cuka putih sebagai salah satu pilihan yang dapat digunakan pada permukaan yang sesuai.
Produk pembersih juga sebaiknya tidak langsung dilap setelah disemprot. Berikan waktu sesuai petunjuk produk agar bahan pembersih dapat bekerja sebelum permukaan dibersihkan.
5. Rutin Membersihkan Kulkas
Kulkas juga membutuhkan perhatian. Jangan menunggu sampai noda mengering dan sulit dibersihkan.
Periksa bagian belakang rak secara berkala untuk menemukan makanan atau bahan yang sudah lama tersimpan. Membersihkan tumpahan sesegera mungkin juga dapat menghindari noda menjadi semakin sulit dihilangkan.
Baca Juga: Bahan Kimia Berbahaya di Rumah, Sofa hingga Wajan Antilengket Perlu Diwaspadai
6. Jangan Biarkan Cucian Menggunung
Cucian yang dibiarkan terlalu lama dapat berubah menjadi pekerjaan besar.
Setelah pakaian selesai dicuci, segera jemur jika memungkinkan. Pakaian yang langsung ditangani juga cenderung tidak terlalu kusut.
Pisahkan pakaian sebelum dicuci dan jangan memenuhi mesin cuci secara berlebihan agar proses pencucian berjalan lebih baik.
7. Prioritaskan Lantai
Jika waktu untuk membersihkan rumah sangat terbatas, lantai menjadi salah satu bagian yang layak diprioritaskan.
Menyapu atau menggunakan penyedot debu secara rutin kemudian dilanjutkan dengan mengepel dapat membuat perubahan besar pada kondisi rumah.
Ahli kebersihan juga menyarankan membersihkan alat penyedot debu secara berkala agar alat tersebut tetap bekerja dengan baik.
8. Jangan Lupakan Debu
Debu dapat menumpuk di area yang sering luput dari perhatian, seperti tirai, kerai, dan bagian atas perabot.
Membersihkan area tersebut secara berkala akan membantu menjaga rumah tetap segar. Untuk kerai, salah satu trik yang dibagikan ahli adalah menggunakan kain atau kaus kaki lama untuk membersihkan permukaannya.
9. Gunakan Prinsip CHAT untuk Noda Membandel
Ada prinsip sederhana yang dapat digunakan ketika noda sulit dibersihkan, yakni CHAT.
Istilah tersebut merupakan singkatan dari chemical atau bahan kimia, heat atau panas, agitation atau penggosokan, dan time atau waktu.
Konsep ini dikembangkan oleh ahli kimia Jerman Herbert Sinner pada 1950-an. Prinsipnya, jika noda sulit hilang, salah satu dari empat faktor tersebut mungkin perlu disesuaikan.
Tetap gunakan produk pembersih sesuai petunjuk dan pastikan bahan yang digunakan aman untuk permukaan yang hendak dibersihkan.
10. Berani Menyingkirkan Barang yang Tidak Terpakai
Rumah yang terlalu penuh barang akan lebih sulit ditata.
Salah satu saran dari ahli housekeeping adalah mengevaluasi barang yang sudah tidak digunakan selama sekitar satu tahun. Barang yang masih layak dapat diberikan kepada orang lain atau disumbangkan.
Cara lain adalah mengeluarkan barang dari satu area terlebih dahulu, kemudian menentukan mana yang benar-benar ingin disimpan.
11. Rapikan Rumah Sedikit demi Sedikit
Membersihkan seluruh rumah dalam satu waktu bukan satu-satunya cara.
Jika terasa terlalu berat, pilih satu sudut atau satu ruangan. Selesaikan bagian tersebut sebelum berpindah ke area berikutnya.
Langkah kecil dapat membuat pekerjaan terasa lebih mudah dan membantu membangun momentum tanpa harus memaksakan semuanya selesai dalam sehari.
12. Terapkan Sistem Rotasi Mainan Anak
Bagi keluarga dengan anak kecil, terlalu banyak mainan yang dikeluarkan sekaligus dapat membuat ruangan cepat berantakan.
Salah satu cara yang disarankan adalah melakukan rotasi. Tidak semua mainan harus tersedia pada waktu yang sama.
Selain membantu mengurangi barang yang berserakan, cara ini disebut dapat mengurangi rasa bosan sekaligus membuat ruang bermain lebih mudah ditata.
13. Komunikasikan Kebutuhan dengan Jasa Kebersihan
Jika menggunakan jasa cleaning service atau pekerja rumah tangga, komunikasi menjadi hal penting.
Setiap rumah memiliki prioritas berbeda. Karena itu, pemilik rumah sebaiknya menjelaskan bagian mana yang harus dibersihkan terlebih dahulu dan standar yang diharapkan.
Sikap saling menghargai juga penting ketika bekerja dengan tenaga profesional yang membantu mengurus rumah.
14. Tidak Perlu Mengejar Rumah yang Selalu Sempurna
Hal terakhir yang tidak kalah penting adalah menerima bahwa rumah tidak akan selalu terlihat sempurna.
Para ahli kebersihan yang diwawancarai The Guardian juga mengakui bahwa rumah mereka sendiri terkadang masih memiliki tumpukan pakaian atau gelas yang belum dibereskan. Kesibukan dan aktivitas sehari-hari membuat kondisi tersebut menjadi hal yang wajar.
Karena itu, tujuan utama bukan membuat rumah selalu terlihat seperti hotel, melainkan menciptakan ruang yang cukup bersih, nyaman, dan mudah dikelola.
Rutinitas kecil yang dilakukan secara konsisten justru dapat membantu mencegah pekerjaan rumah menumpuk dan terasa semakin berat. (*)
Editor : Rafael B. Junior