Cara Mencuci Sayur dan Buah dengan Benar demi Kesehatan

Uray Ronald • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 22:17 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi.

 

PONTIANAK POST - Membersihkan sayur dan buah penting untuk menghilangkan kotoran serta mengurangi kontaminasi yang dapat mengganggu kesehatan. Ilmuwan pangan dan blogger Jessica Gavin, M.S., IFT, mengingatkan bahwa mengabaikan proses pencucian dapat meningkatkan risiko terpapar bakteri berbahaya.

Dalam siaran Eating Well pada Rabu (16/9) waktu setempat, Gavin menyebut bakteri seperti Salmonella, Listeria, dan E. coli dapat bersentuhan dengan hasil panen melalui tanah atau air selama pertumbuhan. 

“Kontaminasi juga dapat terjadi setelah panen, selama penyimpanan atau persiapan. Mengonsumsi hasil panen segar, mentah, atau yang dimasak sebentar menimbulkan risiko penyakit bawaan makanan yang lebih tinggi, karena bakteri yang ada tidak selalu mati melalui proses memasak,” kata Gavin.

Baca Juga: Bukan Sekadar Makan Sayuran, Ini Jenis Diet Vegetarian dan Manfaatnya Bagi Kesehatan Tubuh

Cuci Tangan Sebelum Memegang Sayuran

Gavin menyarankan mencuci tangan menggunakan sabun dan air hangat selama 20 detik sebelum memegang hasil panen. Tangan yang kotor dapat kembali memindahkan kontaminan ke sayuran atau buah yang hendak dibersihkan.

Untuk mencegah kontaminasi silang, gunakan talenan terpisah untuk hasil panen segar yang siap dimakan dan daging mentah. Jika memungkinkan, talenan plastik dapat dicuci menggunakan mesin pencuci piring.

Setelah itu, bilas sayuran di bawah air mengalir dingin untuk membantu membersihkan bakteri, kotoran, atau pestisida yang mungkin masih menempel.

Cara Membersihkan Sayuran Berdaun dan Berakar

Pada sayuran berdaun hijau, pisahkan daun-daun besar dan bilas menggunakan air dingin. Setelah itu, rendam dalam mangkuk berisi air dingin sambil diaduk untuk menghilangkan kotoran.

Tiriskan dan ulangi proses tersebut sesuai kebutuhan. Gunakan pengering salad untuk menghilangkan kelembapan berlebih atau keringkan menggunakan handuk dapur yang bersih.

Untuk sayuran akar seperti wortel atau kentang, bilas di bawah air mengalir dingin sambil menggosok kotoran yang terlihat. Sayuran sebaiknya dikupas setelah dicuci untuk mencegah perpindahan patogen.

Sayuran keras seperti mentimun dan zucchini juga perlu dibilas dan digosok di bawah air dingin untuk menghilangkan kontaminan pada permukaan, terutama jika dikonsumsi mentah.

Hal serupa berlaku untuk sayuran berkulit keras seperti labu musim dingin. Sayuran tersebut perlu dibilas dan dikeringkan untuk menghilangkan bakteri di permukaannya.

“Tujuannya adalah untuk menghindari masuknya kontaminan dari luar yang berasal dari tangan, talenan, dan pisau,” kata Gavin.

Baca Juga: 7 Sayuran Beku yang Baik untuk Menjaga Gula Darah, Ahli Gizi Ungkap Pilihannya

Gunakan Alat Bersih

Gavin mengatakan, menggunakan alat yang bersih saat mulai memotong sayuran juga penting. Ia menyebut membilas sayuran dengan air dingin yang mengalir sekitar 45 sampai 55 derajat Fahrenheit (7,2–12,8 °C) dapat menjaga pori-pori sayuran tetap tertutup dan membantu mencegah bakteri masuk.

“Air yang mengalir secara efektif membersihkan kotoran dan bakteri,” tambahnya.

Gavin juga mengatakan, merendam sayuran sebenarnya dapat memasukkan kembali kontaminasi. Ia menyarankan menghindari penggunaan sabun atau cairan pencuci sayuran komersial karena sayuran berpori dan dapat menyerap produk tersebut.

“Selain itu, keamanan dan efektivitas cairan pencuci ini belum diuji secara menyeluruh,” ucapnya.

Jamur Jangan Direndam

Jamur, khususnya, tidak disarankan direndam dalam air karena cukup berpori dan dapat menjadi berlendir. Gavin menyarankan mencucinya sebentar di bawah air dingin, membersihkan kotoran, kemudian mengeringkannya sebelum dipotong atau dimasak.

Untuk perlindungan tambahan terhadap bakteri dan jamur pada permukaan, Gavin menyebut penggunaan cuka yang diencerkan. Metode merendam buah beri dalam larutan air dan sedikit cuka putih juga banyak beredar di media sosial.

Menurut Gavin, metode tersebut dapat digunakan untuk beberapa jenis sayuran. Asam asetat dalam cuka disebut dapat mengganggu pertumbuhan bakteri dan jamur sehingga menciptakan lingkungan yang tidak mendukung perkembangannya.

“Untuk sebagian besar sayuran, membilas di bawah air mengalir sudah cukup, tetapi untuk bahan-bahan seperti mentimun, yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri atau jamur, perendaman cuka sebentar dapat membantu jika Anda berencana untuk menyimpannya. Pastikan untuk membilas semuanya dengan baik setelahnya untuk menghilangkan rasa cuka,” kata Gavin.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
cara mencuci sayur dan buah mencuci sayuran mencuci buah bakteri pada sayuran keamanan pangan