PONTIANAK POST - Rempah tidak hanya digunakan untuk menambah rasa dan warna makanan. Kunyit, salah satu rempah yang banyak digunakan dalam masakan, disebut memiliki kandungan kurkumin yang dapat mendukung kesehatan usus.
Ahli gizi Kristen Lorenz, RD, mengatakan kunyit memiliki kemampuan melawan peradangan karena kandungan kurkumin di dalamnya.
“Kurkumin membantu melindungi lapisan usus dengan mengurangi peradangan,” kata Lorenz dalam siaran Real Simple pada Rabu (16/9).
Efek antiinflamasi kurkumin juga disebut dapat membantu mengurangi risiko kondisi peradangan pencernaan, seperti penyakit radang usus (IBD) dan sindrom usus bocor, serta bermanfaat bagi bakteri usus.
Baca Juga: Kunyit dan Beluntas dalam Jamu Pascamelahirkan untuk Membantu Mengatasi Bau Badan
Kunyit dan Bakteri Baik di Usus
Lorenz menjelaskan, kunyit mendorong pertumbuhan bakteri baik seperti Bifidobacterium dan Lactobacillus, sekaligus menghambat patogen berbahaya.
Aksi tersebut disebut membantu menjaga keseimbangan ekosistem usus yang penting untuk pencernaan, penyerapan nutrisi, dan pengaturan kekebalan tubuh.
Mikrobioma yang seimbang juga disebut dapat mengurangi risiko kondisi peradangan usus.
Selain itu, rempah berwarna kuning tersebut merangsang produksi empedu, cairan kuning kehijauan yang dibuat oleh hati.
“Empedu sangat penting untuk memecah lemak dan menyerap vitamin yang larut dalam lemak, yang meliputi vitamin A, D, E, dan K,” kata Lorenz.
Peningkatan aliran empedu juga disebut membantu menjaga mikrobioma yang sehat dengan mengurangi bakteri berbahaya di usus kecil dan mendukung pencernaan.
Baca Juga: Kunyit Asam dan Temulawak Mendukung Kesehatan Hormon Wanita Secara Alami
Kunyit dalam Pola Makan
Terlepas dari manfaat tersebut, Lorenz menyebut kunyit perlu ditambahkan dalam jumlah kecil pada makanan karena efek positifnya terhadap usus bersifat kumulatif.
Menurutnya, kesehatan usus bergantung pada banyak faktor, termasuk asupan serat, hidrasi, manajemen stres, dan keragaman makanan dalam pola makan.
Kunyit dapat menjadi bagian dari kebiasaan yang mendukung kesehatan usus, terutama jika dipadukan dengan kebiasaan lain seperti mengonsumsi prebiotik dan probiotik, mencukupi kebutuhan serat, serta mengurangi asupan makanan olahan.
Ia menambahkan, penggunaan kunyit dalam jumlah kecil dapat memberikan rasa, warna, dan nutrisi. Salah satu caranya dengan mencampurkannya ke dalam smoothie.
Jika rasa kunyit terlalu kuat, kunyit dapat dicampur dengan buah-buahan manis untuk menyeimbangkan rasa. Contohnya, kunyit dapat dipadukan dengan mangga dan pisang, kefir yang kaya probiotik, serta lada hitam yang disebut mendukung penyerapan kunyit.
Baca Juga: Kunyit Asam Minuman Tradisional Kaya Manfaat untuk Kesehatan Reproduksi dan Imunitas
Cara Menambahkan Kunyit ke Makanan
Teh kunyit dapat menjadi pilihan bagi mereka yang ingin mengonsumsi minuman panas dengan tambahan kunyit.
Kunyit juga dapat ditambahkan ke nasi goreng untuk memberikan warna kuning keemasan dan rasa pedas. Nasi goreng tersebut dapat dinikmati sebagai lauk atau bagian dari hidangan utama.
Kunyit juga dapat ditambahkan ke telur orak-arik atau adonan quiche. Jika memilih omelet, kunyit cukup dicampurkan ke telur sebelum dimasak.*
Editor : Uray RonaldSumber : Antara