PONTIANAK POST - Sejumlah pelaku usaha yang hadir di Aula Gedung Pusat Bank Kalbar tampak sumringah menandatangani akad Kredit Usaha Rakyat (KUR), Selasa (11/3). Ini adalah momen penting yang menandakan bahwa mereka secara resmi telah menjadi debitur dan berhak untuk memperoleh modal usaha.
Ada banyak harapan terpatri dengan adanya penguatan modal untuk pengembangan usaha tersebut. Seperti Muhammad Nur, pelaku usaha di bidang perikanan dan produk olahannya. Dengan KUR sebesar Rp100 juta dari Bank Kalbar, ia akan melakukan ekspansi bisnis dengan menambahkan peralatan penunjang produk ikan frozen.
“Dampak (KUR) ini sangat besar, karena produk perikanan ini tidak hanya dalam bentuk segar saja, tetapi ada olahannya seperti frozen. Sementara kalau bergerak di bagian pengolahan tentunya membutuhkan modal besar untuk (membeli) freezer, kulkas, dan lainnya,” ucap Nur menanggapi KUR dari Bank Kalbar yang akan ia manfaatkan pada usahanya.
Usaha yang sudah berjalan beberapa tahun ke belakang ini, telah menjadi pemasok kebutuhan produk perikanan di berbagai wilayah di Kalbar, seperti Sintang, Melawi, Ngabang, hingga ke Badau.
Rasa syukur juga disampaikan oleh Chandra, Owner Krispe Donuts yang turut memanfaatkan fasilitas KUR Bank Kalbar. Usaha yang sudah berjalan sekitar tiga tahun tersebut kini memiliki dua cabang, yakni di jalan HM Suwignyo dan di jalan Reformasi. Rencananya dengan modal ini, ia ingin membuka cabang ketiga.
“Dengan modal yang sekarang dari Bank Kalbar ini sebesar Rp100 Juta untuk membuka cabang yang ketiga,” tuturnya.
Ia memilih Bank kalbar karena proses pengurusan yang mudah dan pelayanannya yang baik. Ia merasa membantu oleh petugas Bank Kalbar yang dengan telaten menjelaskan skema kredit ini.
“Mudah-mudahan bisa menjadi partner berkelanjutan untuk UMKM di Kota Pontianak, termasuk toko kami,” pungkasnya.
Akad Massal KUR 429 Pelaku UMKM se-Kalbar
Sementara itu, pelaksanaan akad Kredit Usaha Rakyat (KUR) massal yang dilaksanakan oleh Bank Kalbar secara hybrid. Selasa (11/3). Bertempat di Aula Gedung Pusat Bank Kalbar, kegiatan ini juga digelar secara luring yang diikuti seluruh kantor cabang yang tersebar di Kalimantan Barat.
Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi mengatakan sebanyak 429 pelaku usaha melakukan penandatangan akad. Pemberian KUR ini menurutnya sejalan dengan program pemerintah untuk menggalakkan pelaku UMKM agar bisa naik kelas.
Pihaknya ingin membawa UMKM menjadi lebih baik usahanya dan naik kelas. Bahkan beberapa debitur KUR Bank Kalbar didorong untuk berorientasi ekspor. Kami ingin debitur yang mendapatkan fasilitas KUR ini untuk ekspor. Kita ada beberapa titik wilayah kerja kami berbatasan langsung dengan negara tetangga,” katanya.
Rokidi mengimbau pelaku usaha untuk tidak ragu memperkuat permodalan usaha yang dijalankan. “Jika kreditnya sudah selesai, silahkan ajukan kredit lagi kepada kami. Kita akan berikan kembali,” imbuhnya.
Kepala Divisi Kredit Bank Kalbar Fauzi menambahkan, akad massal kredit konvensional maupun syariah yang dilaksanakan oleh Bank Kalbar bertujuan untuk meningkatkan peran dalam mendukung UMKM khususnya melalui skim KUR dan KUM Peduli. Adapun total debitur yang menandatangani KUR sebanyak 323 dan KUM Peduli 106 yang tersebar 16 KCU. Sehingga total ada 429 pelaku.
“Jumlah nominal untuk KUM Peduli Rp538 juta, KUR konvensional 31 miliar, dan KUR IB 2,5 miliar,” ungkap Fauzi dalam laporannya.
Dengan adanya akad massal ini pihaknya juga berharap timbul persaingan di seluruh KC dan KCP untuk berlomba-lomba bersaing menyalurkan kredit KUR dan KUM Peduli. (sti)
Editor : A'an