PONTIANAK POST — Perumda Air Minum Tirta Raya Kubu Raya terus berupaya meningkatkan pelayanan air bersih, khususnya di wilayah Sungai Raya dan sekitarnya yang selama ini mengalami defisit pasokan. Bulan Maret tahun ini dengan dukungan anggaran APBN senilai sekitar Rp93 miliar akan dibangun instalasi pengolahan air (IPA) dan jaringan perpipaan di Arang Limbung Sungai raya.
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengatakan proses lelang proyek tersebut direncanakan mulai dilaksanakan dalam waktu dekat. “Bulan depan sudah dilelang,” ujar Sujiwo, Jumat (30/1) di Sungai Raya.
Sujiwo menjelaskan, permasalahan utama layanan air bersih di Sungai Raya bukan terletak pada jaringan sambungan ke pelanggan, melainkan pada kapasitas produksi air yang masih terbatas. Kondisi tersebut menyebabkan distribusi air belum berjalan optimal meski jaringan sambungan telah tersedia cukup luas.
“Sambungan sudah besar, tetapi kapasitas produksi air masih rendah. Kalau produksinya naik, pelayanan pasti jauh lebih baik dan lebih merata,” tegasnya.
Selain mengandalkan proyek APBN, Pemkab Kubu Raya juga melakukan penguatan sistem layanan air bersih di sejumlah wilayah lainnya. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai skema, mulai dari kerja sama dengan pihak swasta hingga peningkatan kapasitas instalasi yang sudah ada.
Penguatan layanan air bersih tersebut dilakukan di beberapa titik, di antaranya Desa Kapur, Sungai Ambawang, Kuala Dua, hingga Rasau Jaya.
“Kami juga sudah menandatangani nota kesepahaman dengan pihak swasta untuk mendukung peningkatan layanan air bersih,” ungkap Sujiwo.
Sementara itu, Direktur Perumda Tirta Raya Kubu Raya, Harmawan, menambahkan peningkatan kapasitas produksi air bersih membutuhkan waktu karena pembangunan infrastruktur tidak bisa dilakukan secara instan.
Harmawan menjelaskan, sesuai amanat Bupati Kubu Raya, dirinya ditugaskan untuk memperbaiki dan meningkatkan layanan air bersih di Kubu Raya. Saat ini, Perumda Tirta Raya telah menyiapkan seluruh tahapan teknis dan administratif untuk pembangunan instalasi baru. “Secara kesiapan, kami sudah siap. Tinggal menunggu proses penayangan dan lelang karena ini proyek multiyears,” ujarnya.
Kata Harmawan, melalui pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Perumda Tirta Raya telah ditetapkan memperoleh tambahan kapasitas produksi sebesar 100 liter per detik dengan nilai anggaran sekitar Rp93 miliar. Proyek tersebut ditargetkan mulai dilelang pada Februari dan diperkirakan rampung dalam waktu 16 bulan sejak pelaksanaan dimulai.
Selama ini, saat ini, khusus wilayah Sungai Raya, kapasitas produksi air bersih baru mencapai 180 liter per detik untuk melayani lebih dari 22 ribu pelanggan. Padahal, secara ideal kapasitas tersebut seharusnya hanya melayani sekitar 14 ribu hingga 15 ribu sambungan rumah. Kondisi ini menyebabkan defisit pasokan air sekitar 100 liter per detik.
“Dengan tambahan 100 liter per detik dari APBN, tentu pelayanan akan meningkat. Aliran air yang sebelumnya lemah akan menjadi lebih stabil dan cakupan layanannya juga akan bertambah,” kata Harmawan.
Tak hanya mengandalkan APBN, pada tahun ini Perumda Tirta Raya juga mengalokasikan investasi mandiri untuk menambah kapasitas produksi sebesar 50 liter per detik, yang dibiayai dari dana internal perusahaan. Dengan demikian, khusus Sungai Raya akan ada tambahan total 150 liter per detik.
Harmawan optimistis, dengan tambahan kapasitas tersebut, sebagian besar wilayah Sungai Raya akan mendapatkan pelayanan air bersih yang jauh lebih baik pada 2027. Selama proses pembangunan berlangsung, Perumda Tirta Raya masih memberlakukan moratorium sambungan baru di beberapa kawasan guna menjaga stabilitas pelayanan pelanggan eksisting.
Dikesempatan yang sama, Harmawan juga menanggapi keluhan masyarakat terkait gangguan distribusi air selama musim kemarau. Menurutnya, gangguan bukan disebabkan oleh kekurangan air baku. “Alhamdulillah, air baku masih aman meskipun musim kemarau permukaan air kapuas belum surut. Masalahnya ada pada sistem perpipaan, karena konsumsi masyarakat meningkat tajam akibat stok air hujan di rumah-rumah habis,” jelasnya.
Kondisi tanpa hujan selama hampir dua bulan terakhir membuat masyarakat sepenuhnya bergantung pada air perpipaan, sehingga tekanan distribusi ke wilayah terjauh menjadi menurun. Untuk mengatasi hal tersebut, Perumda Air Minum Tirta Raya melakukan rekayasa jaringan, termasuk pengaturan dan pembagian aliran agar air dapat lebih merata.
“Target kami, dengan tambahan 100 liter per detik dari APBN dan 50 liter per detik dari investasi mandiri, cakupan layanan di Sungai Raya bisa mencapai 90 persen,” ungkap Harmawan.
Dia menambahkan, proyek penambahan kapasitas 50 liter per detik ditargetkan selesai pada pertengahan tahun depan, sementara proyek 100 liter per detik dari APBN akan mulai dibangun pada Maret dan diperkirakan rampung pada Agustus tahun depan. “Artinya, dalam kurun dua tahun ke depan, persoalan layanan air bersih di Sungai Raya bisa teratasi secara bertahap,” pungkasnya. (ash)
Editor : Hanif