PONTIANAK POST – Suasana hangat dan terbuka mewarnai kegiatan silaturahmi Idul Fitri 1447 H yang digelar di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Sabtu hingga Minggu (21–22 Maret 2026).
Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan langsung antara pemerintah daerah dan masyarakat dari berbagai kalangan.
Selama dua hari pelaksanaan, warga datang tanpa undangan khusus. Mereka bergantian bersalaman, berbincang, hingga berfoto bersama Gubernur Kalbar, Ria Norsan, dan Ketua TP PKK Kalbar, Erlina Norsan.
Tampak hadir pada silaturahmi tersebut, jajaran Forkopimda Provinsi Kalbar, tokoh agama, tokoh masyarakat serta masyarakat dari berbagai elemen untuk bersilaturahmi secara langsung dalam momentum Idul Fitri 1447 H.
Interaksi yang terbangun berlangsung dalam suasana santai. Sejumlah warga memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan langsung aspirasi maupun kondisi di daerahnya, mulai dari infrastruktur hingga pelayanan publik.
Ria Norsan menilai, silaturahmi Idul Fitri bukan sekadar tradisi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
“Melalui silaturahmi ini, kita ingin menjaga kebersamaan dan memperkuat persatuan dalam membangun Kalbar,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa keterbukaan Pendopo Gubernur bagi masyarakat merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk hadir lebih dekat dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Menurutnya, komunikasi langsung seperti ini menjadi bagian penting dalam mendorong sinergi pembangunan di berbagai sektor.
“Masukan dari masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pembangunan. Dengan kebersamaan, pembangunan bisa berjalan lebih baik dan tepat sasaran,” tegasnya.
Sementara itu, Erlina Norsan berharap momentum Idul Fitri dapat terus mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan.
“Silaturahmi ini diharapkan membawa keberkahan dan memperkuat rasa kebersamaan kita,” ujarnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi gambaran pendekatan pemerintah daerah yang lebih terbuka, dengan menjadikan momentum keagamaan sebagai ruang komunikasi publik. Selain menjaga tradisi, silaturahmi tersebut juga memperkuat kepercayaan dan kedekatan antara pemerintah dan masyarakat Kalbar.(*)
Editor : Hanif