PONTIANAK POST - Pada Bulan Suci Ramadan, harga gas Elpiji subsidi di Nanga Pinoh mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Salah satu warga setempat, Dita, mengungkapkan bahwa ia membeli gas Elpiji di warung dengan harga yang kini mencapai Rp 38.000 per tabung.
"Biasanya harga gas Elpiji 3 kilogram hanya sekitar Rp 25.000 hingga Rp 30.000, namun kali ini harganya melonjak hingga Rp 38.000,” ungkapnya, Minggu, (2/3).
Ia berharap ada perhatian dari pemerintah agar harga gas Elpiji subsidi dapat kembali stabil.
Terkait hal ini, Plt. Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Kumdag) Melawi, M. Syaiful Khair, saat dikonfirmasi menyatakan bahwa pemerintah daerah akan mengambil langkah-langkah untuk menstabilkan harga gas Elpiji subsidi di pasaran.
“Pemerintah Kabupaten Melawi akan melakukan operasi pasar khusus untuk komoditas gas bersubsidi, karena saat ini harga gas di tingkat pengecer cukup mahal. Kami juga telah mengajukan surat permohonan kepada Pertamina agar operasi pasar segera dilakukan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Melawi telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) melalui Keputusan Bupati Melawi Nomor 500/167 Tahun 2023 tentang penetapan harga gas Elpiji 3 kilogram bersubsidi.
“Untuk wilayah Nanga Pinoh, harga HET yang ditetapkan adalah Rp 19.000 per tabung. Jika ada pangkalan atau pengecer yang menjual di atas harga tersebut, tentu akan ditindak,” tegasnya. (*/wan)
Editor : A'an