Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Perkawinan Anak Masih Tinggi, DPRD Melawi Soroti Urgensi Edukasi Keluarga

Wandi PP • Sabtu, 14 Juni 2025 | 12:14 WIB
Ketua Komisi 1 DPRD Melawi, Widya Rima saat memberikan sambutan di acara sosialisasi program bangga kencana bersama mitra kerja Anggota DPR RI Komisi IX H. Alifudin.
Ketua Komisi 1 DPRD Melawi, Widya Rima saat memberikan sambutan di acara sosialisasi program bangga kencana bersama mitra kerja Anggota DPR RI Komisi IX H. Alifudin.

PONTIANAK POST — Fenomena tingginya angka perkawinan usia anak di Kabupaten Melawi kembali menjadi sorotan. Ketua Komisi I DPRD Melawi, Widya Rima, menegaskan bahwa kondisi ini merupakan persoalan serius yang dapat menghambat pembangunan kualitas sumber daya manusia.

Hal tersebut disampaikan Widya saat memberikan sambutan dalam kegiatan sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) yang digelar bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI, H. Alifudin, Kamis (12/6) di Graha Sukiman Center, Nanga Pinoh.

Acara ini turut dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh perempuan, organisasi kepemudaan, hingga perwakilan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Dalam paparannya, Widya yang juga menjabat Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Melawi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas tingginya angka perkawinan anak.

Menurutnya, pernikahan pada usia dini berisiko besar terhadap masa depan generasi muda, khususnya dalam aspek pendidikan, kesehatan reproduksi, dan potensi peningkatan kemiskinan. “Perkawinan usia anak bukan hanya persoalan keluarga, tetapi menjadi tanggung jawab bersama antara masyarakat dan pemerintah,” ujarnya.

Widya juga menekankan pentingnya edukasi dalam menyosialisasikan usia ideal pernikahan serta perencanaan keluarga yang sehat dan bertanggung jawab. Ia berharap program Bangga Kencana mampu menjangkau hingga ke akar rumput agar masyarakat memahami dampak jangka panjang dari perkawinan anak.

“Kita perlu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak dan remaja secara sehat dan sejahtera,” tambahnya.

Lebih lanjut, Widya mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tokoh adat dan agama, hingga organisasi masyarakat sipil untuk bersinergi melalui pendekatan edukatif, persuasif, dan berbasis nilai-nilai lokal.

Ia juga mengapresiasi kehadiran Alifudin sebagai mitra kerja Komisi IX DPR RI yang dinilai konsisten dalam mendukung upaya pencegahan perkawinan anak melalui program-program Bangga Kencana. “Kami berharap kegiatan seperti ini terus digelar secara berkelanjutan di berbagai wilayah Melawi,” tutup Widya. (Wan)

Editor : Miftahul Khair
#melawi #edukasi #perkawinan anak #keluarga