PONTIANAK POST– Perkumpulan Bundo Kanduang Minangkabau (PBKM) Kabupaten Melawi menggelar kunjungan dan bakti sosial ke Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Yaqin Aflahiyyah di Nanga Pinoh, Sabtu (26/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian sosial sekaligus menyuarakan penolakan terhadap paham radikalisme dan intoleransi.
Dengan mengusung tema “Tolak Paham Radikalisme dan Intoleransi demi Terwujudnya Kamtibmas yang Aman dan Kondusif di Kabupaten Melawi”, kegiatan tersebut dihadiri Pembina PBKM Pauzi Anwar, Ketua Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) Melawi Sopian Koto, serta sejumlah pengurus dan anggota PBKM dan IKM. Dalam kesempatan itu, PBKM memberikan bantuan berupa paket sembako dan uang tunai sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan keagamaan dan kesejahteraan santri di pondok pesantren tersebut.
Ketua PBKM Kabupaten Melawi, Sanawiyah, menegaskan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam melawan ideologi radikal dan menjaga persatuan. “Santri harus menjadi pelopor dalam menyampaikan pesan perdamaian dan toleransi. Kita semua punya tanggung jawab menjaga bangsa ini dari paham-paham yang bisa memecah belah,” tegasnya.
Menurut Sanawiyah, pondok pesantren memegang peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang cinta damai dan menjunjung tinggi nilai keagamaan yang moderat. “Kami mengajak semua pihak untuk bersinergi dengan aparat keamanan dan masyarakat demi menjaga situasi kondusif di Melawi,” tambahnya.
Pimpinan Ponpes Nurul Yaqin Aflahiyyah, Tuanku Helmiza, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PBKM dan IKM. “Walau pondok kami masih dalam keterbatasan, perhatian dan bantuan seperti ini sangat berarti. Terutama untuk pembangunan fasilitas tempat tinggal santriwati,” ungkapnya. Helmiza berharap kerja sama semacam ini terus berlanjut demi memperkuat nilai toleransi, stabilitas sosial, dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Senada dengan itu, Ketua IKM Melawi, Sopian Koto, menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk komitmen warga Minangkabau di Melawi dalam menjaga nilai-nilai kebhinekaan. “Kami ingin generasi muda terhindar dari ajaran menyimpang. IKM siap mendukung program positif pesantren dalam membentuk karakter anak bangsa,” ujar Sopian. (wan)
Editor : Hanif