Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Hutan Mangrove Jadi Ciri Khas Pantai di Mempawah

Administrator • Senin, 10 Agustus 2020 | 11:22 WIB
BIMBINGAN TEKNIS: Bupati Mempawah, Hj Erlina, SH,MH dan wakilnya H Muhammad Pagi  bersama para peserta bimbingan teknis.Istimewa
BIMBINGAN TEKNIS: Bupati Mempawah, Hj Erlina, SH,MH dan wakilnya H Muhammad Pagi  bersama para peserta bimbingan teknis.Istimewa
Konservasi Mangrove di Pantai Keramat Kepiting

MEMPAWAH-Menyelamatkan kawasan Pantai Keramat Kepiting, Kelurahan Pasir Wan Salim, Kecamatan Mempawah Timur dari ancaman abrasi, BPDAS HL Kapuas Pontianak melakukan penanaman mangrove. Penanaman 2.2020 pohon mangrove itu diikuti puluhan peserta dari berbagai elemen masyarakat, Sabtu (8/8) pagi.

Dipimpin oleh Kepala BPDAS HL Kapuas Pontianak, Ir Evi Budiaryanti, M.Si, kegiatan konservasi mangrove itu turut diikuti  pejabat OPD Pemprov Kalbar, OPD Pemkab Mempawah, Mempawah Mangrove Conservation (MMC) hingga Muspika Kecamatan Mempawah Timur dan Pokdarwis Keramat Kepiting.

Penanaman 2.2020 mangrove oleh BPDAS HL Kapuas Pontianak ini dilaksanakan dalam rangka peringatan hari mangrove se-dunia tahun 2020. BPDAS HL Kapuas Pontianak melakukan survey dan ditetapkanlah lokasi penanaman di Pantai Keramat Kepiting Mempawah. “Sebagai pelaksana penanaman sekaligus penggiat mangrove di Kabupaten Mempawah, kami memberikan apresiasi dan berterima kasih kepada BPDAS yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan penanaman mangrove di Pantai Keramat Kepiting Mempawah,” ucap Ketua MMC, Raja Fajar Azansyah.

Fajar yang juga Pejabat Kepala Bidang Pariwisata, Disdikporapar Kabupaten Mempawah itu menjelaskan, upaya penanaman mangrove merupakan langkah mudah dan ekonomis untuk mengantisipasi abrasi pantai semakin luas. “Penanaman mangrove akan terus diperluas hingga diharapkan dapat memberikan manfaat secara ekologi guna menahan laju abrasi di kawasan Pantai Keramat Kepiting Mempawah ini,” harapnya.

Lebih jauh, Fajar mengatakan, upaya konservasi terhadap Pantai Keramat Kepiting Mempawah telah dimulai sejak sebulanan lalu. Hingga kini, penanaman mangrove di Pantai Keramat Kepiting sebanyak 2.220 pohon. “Kita perkirakan butuh 20 ribu pohon mangrove untuk melindungi Pantai Keramat Kepiting Mempawah. Kemudian, kami juga bekerjasama dengan BPDAS untuk melakukan penanaman 40 ribu mangrove di Tanjung Burung, Kelurahan Tanjung,” tuturnya.

Di lain pihak, Wakil Ketua DPRD Mempawah, Sayuti, ST, MP  mendukung penuh upaya konservasi disepanjang pesisir wilayah Kabupaten Mempawah. Selain bermanfaat untuk mencegah abrasi, konservasi mangrove dapat dikembangkan untuk pengembangan objek wisata hutan mangrove dan pantai.

“Kami mendukung penuh kegiatan penanaman mangrove. Bila perlu diperluas lagi wilayahnya. Dan saya mengusulkan agar pemerintah daerah bekerjasama dengan Pemprov atau DASHL Kapuas Pontianak untuk menanam mangrove di sepanjang pantai di Kabupaten Mempawah,” saran Sayuti. Menurut Legislator Dapil Jongkat-Segedong itu, hampir seluruh garis pantai di Kabupaten Mempawah membutuhkan upaya konservasi mangrove. Mulai dari pantai di Kecamatan Jongkat hingga Sungai Kunyit. “Jika penanaman mangrove ini bisa dilakukan secara konsisten dan menyeluruh di seluruh wilayah pantai, maka Kabupaten Mempawah akan memiliki ciri khas tersendiri. Dan kondisi itu bisa memberikan manfaat yang lebih besar,” pendapatnya.

Sebab, sambung Politisi Partai Demokrat Kabupaten Mempawah itu, hutan mangrove tidak hanya berfungsi untuk meminimalisir dampak abrasi pantai saja. Lebih dari itu, hutan mangrove juga bisa menjadi objek wisata alam yang menarik untuk dikunjungi masyarakat.

“Bisa saja suatu saat nanti sepanjang pantai Kabupaten Mempawah akan muncul objek-objek wisata hutan mangrove maupun wisata pantai nantinya. Ini menjadi potensi wisata yang patut dikembangkan,” tegasnya. Untuk itu, Sayuti mengingatkan Pemerintah Kabupaten Mempawah melalui fungsi instansi terkait agar memaksimal potensi yang ada untuk pengembangan potensi wisata alam. Agar, pengelolaan dan pemanfaatan alam dilakukan dengan baik dan benar.  “Kami mendorong agar Bidang Pariwisata bekerja ekstra keras untuk menggali potensi wisata yang ada di Kabupaten Mempawah. Lakukan inovasi dan ide kreatif untuk pengembangan wisata yang ada di daerah ini,” harapnya mengakhiri.(wah) Editor : Administrator
#mempawah