Pembangunan lokasi wisata yang terletak di Jalan Baru, Kelurahan Sungai Pinyuh ini digagas oleh kelompok pemuda multietnis di Kecamatan Sungai Pinyuh yang menamakan dirinya Perkumpulan Taman Mangrove Sungai Pinyuh.
“Saya mengapresiasi dan mendukung penuh rencana pembangunan kawasan wisata JB Sungai Pinyuh. Saya lihat lokasinya sangat bagus dan strategis. Sehingga, sangat berpotensi dikembangkan menjadi tempat wisata yang indah,” kata Norsan.
Bahkan, menurut Mantan Bupati Mempawah dua periode ini, lokasi pengembangan wisata JB Sungai Pinyuh dipandangnya lebih baik dari lokasi wisata lainnya di Kota Mempawah. Karena itu, dia yakini wisata JB Sungai Pinyuh akan lebih maju dan berkembang di masa mendatang.
“Lokasi di sini (JB Sui Pinyuh) sepuluh kali lipat lebih bagus dibandingkan di Mempawah. Apalagi di sini sudah ada pohon mangrove dan posisi sunset sangat bagus sekali. Sehingga sangat strategis untuk dikembangkan menjadi tempat wisata. Tinggal bagaimana mengelolanya,” tutur Norsan.
Norsan berpesan kepada para pengelola agar meningkatkan semangat dan motivasi. Sebab, dalam setiap upaya pasti akan menemukan halangan dan ringan. Dia berharap, para pemuda di Sungai Pinyuh tidak patah semangat untuk merealisasikan wisata JB.
“Pasti ada hambatan dan rintangan. Namun, hambatan itu jangan mengendorkan semangat kita untuk mewujudkan pembangunan. Itulah tantangan yang harus kita tuntaskan. Setiap usaha harus dikerjakan secara fokus dan maksimal,” pesannya.
Norsan memastikan Pemerintah Provinsi Kalbar dan Pemkab Mempawah akan memberikan dorongan dan dukungan penuh untuk merealisasikan keberadaan wisata JB Sungai Pinyuh.
“Bidang pariwisata akan membantu kelompok pemuda ini dalam rangka mewujudkan wisata pantai dan hutan mangrove JB Sungai Pinyuh. Namun, jika nanti sudah dibantu, tolong dikerjakan secara serius dan maksimal,” tegasnya mengingatkan.
Sementara itu, Perkumpulan Taman Mangrove Sungai Pinyuh, Roni menjelaskan, penanaman mangrove dengan tema ‘penghijauan terbuka hutan pantai’ itu dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Pohon Internasional tahun 2020 di Sungai Pinyuh.
“25 tahun lalu, pantai disini masih berbentuk lautan dengan pemandangan pekong dipinggir pantai. Namun, sekarang posisi pekong sudah berjarak 100 meter dari tepi pantai. Bahkan, menurut nelayan abrasi pantai di daerah ini sudah mencapai 300 meter,” ungkapnya.
Untuk itu, Roni mengatakan, dia dan rekan-rekannya berinisiatif melakukan penghijauan. Selain ditujukan untuk mengembalikan kerusakan pantai di Sungai Pinyuh, sekaligus membangun kawasan wisata yang memberikan edukasi bagi masyarakat.
“Kami mengharapkan dorongan dan dukungan dari semua pihak. Mulai dari Pemprov Kalbar, Pemkab Mempawah, Pemerintah Kecamatan hingga seluruh stakeholder masyarakat Sungai Pinyuh khususnya dan Kabupaten Mempawah umumnya,” pungkasnya.(wah) Editor : Administrator