Dalam rekaman video amatir yang beredar di masyarakat, puluhan pekerja Pelabuhan Terminal Kijing yang masih mengenakan atribut keselamatan kerja tampak berlarian menuju ke tepi pantai. Mereka melihat seekor ikan berukuran kurang lebih empat meter terdampar ditepi pantai.
Pertama kali ditemukan para pekerja, ikan tersebut terlihat begitu lemah dan tak berdaya di tepi pantai. Tampak pula, keluar darah segar dari luka di tubuh ikan laut dalam itu. Diduga, luka tersebut akibat sapuan gelombang yang menyebabkan tubuh ikan paus terhempas bebatuan. “Kami berusaha mendorong ikan agar kembali ke tengah, tapi gagal dan kembali lagi karena hempasan ombak laut cukup kuat. Kondisi ikan masih hidup dan berdarah,” kata salah seorang pekerja yang ikut mengevakuasi ikan paus tersebut.
Menurut pekerja, proses evakuasi mengembalikan ikan paus ke laut akan lebih mudah jika menggunakan kapal atau perahu. Ikan bisa diseret ke peraiaran yang lebih dalam. “Kalau ada kapal motor, ikan ini bisa segera diselamatkan dengan dibawa ke laut lepas,” timpalnya.
Sementara itu, Kapolsek Sungai Kunyit, Iptu Joni membenarkan adanya seekor anak ikan paus terdampar di tepi pantai Sungai Kunyit di area Pelabuhan Terminal Kijing. Kapolsek mengungkapkan, ikan paus pertama kali dilihat oleh salah seorang pekerja PT Wika bernama Arya. “Saat itu, saksi melihat anak ikan paus ini terombang ambing. Setelah sekian lama terombang ambing, akhirnya anak ikan paus terdampar di tepi pantai. Saat itulah saksi dan sejumlah pekerja berupaya membantu menyelamatkan ikan tersebut,” tutur Kapolsek.
Ketika itu, sambung Kapolsek, para pekerja tidak memiliki peralatan untuk mengevakuasi anak ikan paus yang tampak lemah dan mengeluarkan banyak darah dari bagian bawah perutnya. “Para pekerja hanya bisa mendorong dan menarik-narik ekor ikan paus menuju ke perairan yang lebih dalam. Setelah kurang lebih 30 menit, mereka berhasil membawa ikan paus ke perairan yang lebih dalam sehingga ikan bisa berenang menuju laut lepas,” papar Kapolsek.
Kapolsek menduga, terdamparnya anak ikan paus itu disebabkan faktor gelombang tinggi dan angin kencang di peraitan laut Kalbar. Sehingga, anak ikan paus ini terpisah dari kelompoknya dan terombang ambing hingga terdampar. “Tidak menutup kemungkinan anak ikan paus ini akan kembali terdampar ke pinggiran pantai kawasan Pelabuhan Terminal Kijing. Mengingat kondisi gelombang air laut yang tinggi serta kondisi angin yang kencang,” tukasnya.(wah) Editor : Administrator