Ramadan, jelas dia, bukan sekedar menahan makan dan minum saja. Melainkan dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat Islam. Karena, puasa di bulan ramadan bukan hanya untuk jasad, melainkan untuk bathin dan ruh manusia. “Menjadi umat yang takwa itu bathin dan hatinya bersih. Selama 30 hari sabar, akhlak lebih baik, ibadah meningkat dan hal-hal kebaikan lainnya. Tinggalkan perbuatan dosa. Maka, ramadan harus membawa perubahan bagi setiap umat Islam,” tegasnya.
Menurut dia, setiap orang mukmin pasti mampu mengatasi hawa nafsu dan godaan setan. Tinggal bagaimana niat dan keyakinannya saja. Jangan sampai iman dan takwa itu hanya datang pada bulan ramadan saja. “Kita lihat selama ramadan, masjid dan surau ramai. Tetapi setelah ramadan kembali sepi. Artinya kita hanya taat dan memuliakan ramadan saja. Bukan kepada Allah Ta’ala. Karena, kalau kita taat dan memuliakan Allah Ta’ala maka ibadah dan lainnya itu harus dilakukan setiap hari bukan sekedar bulan ramadan saja,” ujarnya.
Karena itu, Hussein mengajak umat Islam menadi hamba Allah yang Rabbani. Yakni hamba yang selalu mengingat Allah, minta kepada Allah setiap waktu, bukan sekedar di bulan ramadan saja. “Namun, ramadan ini menjadi kesempatan untuk meningkatkan amal ibadah, bertaubat dan lainnya. Inilah keistimewaan ramadan. Kita mensucikan dan membersihkan diri dari segala dosa. Setelah ramadan, kesucian dan kebersihan itu harus terus dijaga hingga kita meninggal dunia,” pungkasnya.(wah) Editor : Administrator