Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Kemunculan Buaya Hebohkan Warga Kampung Api-api

admin2 • Senin, 9 Agustus 2021 | 11:23 WIB
LOKASI: Warga menunjukan lokasi kemunculan buaya di pemukiman warga Kampung Api-api.
LOKASI: Warga menunjukan lokasi kemunculan buaya di pemukiman warga Kampung Api-api.
MEMPAWAH – Belakangan ini, warga Kampung Api-api, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah dihebohkan dengan kemunculan hewan buas buaya. Menurut warga, binatang reptil ini kerap menampakan dirinya di aliran sungai di sekitar pemukiman masyarakat. “Sudah kurang lebih setengah bulan sering tampak kemunculan buaya di sungai Kampung Api-api ini. Yang kita ketahui ada dua ekor buaya yang sering terlihat muncul dipermukaan air,” ungkap warga Kampung Api-api, Asnan, Sabtu (7/8) siang dikediamannya.

Menurut Asnan, dua ekor buaya tersebut memiliki ukuran yang berbeda. Satu ekor berukuran cukup besar dengan panjang sekitar 2 meter. Sedangkan satu ekor buaya lainnya berukuran lebih kecil. “Kadang kemunculannya tiba-tiba saja tanpa kita ketahui. Munculnya cukup sering, biasanya dalam 30 menit sampai dua kali muncul,” tuturnya. Asnan mengatakan masyarakat Kampung Api-api tidak terlalu takut dengan adanya kemunculan buaya tersebut. Bahkan, sambung dia, penampakan buaya ini kerap menjadi tontonan masyarakat setempat.

Photo
Photo


“Masyarakat tidak terlalu takut dengan adanya buaya di sungai ini. Hanya saja, masyarakat lebiih waspada mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya. Sejak kemunculan buaya tersebut, Asnan mengaku masyarakat membatasi aktivitas di sungai. Sedangkan untuk keperluan mandi, cuci dan kakus (MCK), masyarakat menggunakan ember dan peralatan lainnya.

“Sekarang masyarakat sudah jarang mandi ke sungai. Sepanjang buaya ini tidak mengganggu, maka masyarakat Kampung Api-api tidak mempermasalahkan keberadaannya. Intinya, kita tidak saling menganggu satu dengan yang lain,” sebutnya. Seperti dikatakan Asnan, kemunculan buaya yang menghebohkan warga Kampung Api-api ini tak serta merta membuat masyarakat panik dan khawatir. Bahkan, seorang warga mengaku telah menamai hewan reptil itu.  “Biasanya ketika saya teriak namanya, maka dia (buaya) akan muncul di sekitar rumah saya ini,” terang Hasanah.

Hasanah menceritakan, dua ekor buaya yang belakangan ini kerap menampakan diri di pemukiman masyarakat Kampung Api-api, Kecamatan Sui Pinyuh. “Yang satu itu kulitnya berwarna hitam belang-belang. Kalau buaya yang satunya lagi tidak dikasi nama, karena saya sendiri belum pernah melihat wujudnya,” tutur wanita yang akrab disapa Kak As itu.

Lebih jauh, Hasanah mengaku tak memiliki hubungan khusus dengan buaya ini. Hanya saja, Hasanah merasakan jika buaya tadi mengerti dengan panggilannya.  “Saya juga tidak tahu alasan diberi nama, yang pasti ketika saya panggil maka buaya ini seakan mengerti dan menampakan diri mendekat ke arah saya,” tuturnya.

Sejak kerap munculnya buaya, lanjut Hasanah masyarakat di Kampung Api-api tak berani mandi di sungai. Hanya anaknya saja yang masih berani mandi di sungai tanpa rasa khawatir dan takut terhadap keberadaan dua ekor buaya tersebut.  “Sejauh ini hanya anak saya yang berani mandi di sungai. Biasanya anak saya sedang mandi dan buaya itu muncul di dekatnya. Mereka tidak saling mengganggu. Saya pun sama sekali tidak takut. Karena, saya tidak mengganggunya,” tegas Hasanah. Hasanah meyakini, buaya tidak akan menjadi buas sepanjang keberadaannya tidak diganggu oleh masyarakat. Karenanya, Hasanah mengaku sudah memperingatkan warga lain agar tidak mengganggu keberadaan hewan buas tersebut.  “Kemarin, Pak RT sempat berencana menangkap buaya tersebut. Kami tidak mempermasalahkan asalkan buaya ini dikembalikan ke habitatnya atau diamankan ke kebun binatang agar tetap hidup. Asal jangan dibinasakan apalagi sampai dibunuh,” pungkasnya.(wah) Editor : admin2
#kemunculan buaya