Iring-iringan rombongan Raja Mempawah bertolak dari Keraton Amantubillah di Kelurahan Pulau Pedalaman menuju ke dermaga Pelabuhan Kuala Mempawah dengan menggunakan jalur darat. Raja Mempawah dikawal puluhan Laskar Opu dan diikuti kerabat kerajaan serta tamu undangan.
Setibanya di dermaga Pelabuhan Kuala Mempawah, Raja Mempawah dan rombongan menaiki kapal yang telah disediakan oleh panitia Keraton Amantubillah. Masyarakat tampak antusias menyambut kedatangan Raja Mempawah dan rombongan.
Tak kurang dari 30 buah perahu masyarakat ikut mengiringi kapal yang ditumpangi Raja Mempawah menuju ke muara sungai. Mereka ingin menyaksikan secara dekat prosesi ritual adat buang-buang yang saban tahun dilakukan Keraton Amantubillah Mempawah.
Setibanya di muara, prosesi adat buang-buang pun dimulai. Kumandang adzan dan pembacaan doa menjadi rangkaian dalam pelaksanaan adat buang-buang. Setelah kurang lebih 30 menit, prosesi adat selesai.
Kemudian, Raja Mempawah, Pangeran Ratu Mulawangsa Dr Ir Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim, M.Sc dan rombongan kembali menuju ke dermaga. Raja berkesempatan menyapa masyarakat yang sejak awal menyambut kedatangannya. Setelah itu, Raja Mempawah dan rombongan kembali ke Keraton Amantubillah menggunakan kendaraan roda empat.
Pelaksanaan prosesi ritual adat buang-buang di muara Sungai Kuala Mempawah berjalan lancar. Kehadiran Raja Mempawah dan rombongan serta puluhan perahu milik masyarakat yang ikut merayakan puncak ritual robo-robo tahun 2021 mendapatkan pengawalan ketat dari aparat keamanan baik di darat maupun di air.
“Secara keseluruhan kegiatan ritual buang-buang yang dilaksanakan Kerajaan Mempawah di Muara Sungai Kuala Mempawah berjalan lancar,” kata Kasat Polair Polres Mempawah, Iptu Andi Rahmat.
Kasat memastikan, Polair Polres Mempawah melakukan pengawalan dengan menurunkan satu unit speedboat dan sejumlah personil untuk mendukung keamanan dan kelancaran pelaksanaan ritual adat Kerajaan Mempawah.
“Kita melakukan pengawalan mulai dari dermaga, ke muara dan kembali lagi ke dermaga. Alhamdulillah, semua prosesinya berjalan dengan baik tanpa ada kendala berarti,” tutupnya.
Rangkaian kegiatan ritual budaya robo-robo tahun 2021 berlangsung selama tiga hari dimulai sejak Senin hingga Rabu (4-6/10). Pada Senin (4/10) pagi, panitia robo-robo 2021 Keraton Amantubillah Mempawah melaksanakan ritual buang-buang di Lubuk Sauh, dan dilanjutkan dengan pelepasan puake berupa 63 ekor satwa. Diantaranya, 3 ekor kukang, 10 ekor burung jalak, 10 ekor burung tekukur, 20 ekor burung fleci dan 20 ekor burung kacer.
Ritual pelepasan puake ke kawasan hutan adat Keraton Amantubillah Mempawah tersebut dipimpin langsung Raja Mempawah, Pangeran Ratu Mulawangsa Dr Ir Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim, M.Sc.
Sore harinya, Kerajaan Amantubillah melaksanakan kirab pusaka dan dilanjutkan pembersihan senjata pusaka milik kerajaan. Malam harinya, dilangsungkan haulan Opu Daeng Menambon di Masjid Keraton Amantubillah.
Dilanjutnya Selasa (5/10) pagi, Kerajaan Amantubillah Mempawah menggelar ziarah akbar makam raja-raja Mempawah di Dusun Sebukit Rama, Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir. Malam harinya, Keraton Amantubillah Mempawah menggelar adat toana yang dirangkaikan dengan penganugerahan gelar kekerabatan yang diberikan kepada sejumlah pihak.
Puncak rangkaian ritual budaya robo-robo 2021 digelar pada Rabu (6/10). Dimulai dengan launching lagu dan video klip robo-robo, lalu dilanjutkan dengan makan syafar serta ritual adat buang-buang di Muara Kuala Mempawah yang dipimpin oleh Raja Mempawah, Pangeran Ratu Mulawangsa Dr Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim, M.Sc.(wah) Editor : admin2