MEMPAWAH – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mempawah menggelar Pelatihan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Parit Banjar, Kecamatan Mempawah Timur. Pelatihan yang diikuti 30 peserta itu dibuka Bupati Mempawah, Hj Erlina, Selasa (15/8) di Balai Desa Parit Banjar.
Di hadapan peserta pelatihan, Bupati mengungkapkan potensi bencana di Kabupaten Mempawah cukup tinggi. Diantarainya telah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sepanjang tahun 2023.
“Beberapa waktu lalu, juga terjadi semburan lumpur di Pesantren Nurul Alamiyah, Desa Wajok Hulu. Kemudian, banjir bandang di Kecamatan Toho pada Juli, serta angin puting beliung di Desa Semudun dan Desa Sungai Batang pada 7 Agustus 2023,” paparnya.
Maka, lanjut Bupati, program Destana merupakan salah satu bentuk tanggung jawab pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana alam dilingkungannya.
“Tujuan pengembangan Destana agar desa memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi potensi bencana serta memulihkan diri dari dampak yang ditimbulkan bencana itu sendiri,” tuturnya.
Tujuan lainnya, sambung Bupati, program Destana untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan dari dampak-dampak akibat bencana, dan meningkatkan peran aktif masyarakat dalam mengelola sumber daya guna mengurangi resiko bencana.
“Serta, dapat meningkatkan kapasitas kelembagaan masyarakat dalam mengelola sumber daya, memelihara kearifan lokal untuk mengurangi resiko bencana, meningkatkan kapasitas pemerintah dalam memberikan dukungan sumber daya, meningkatkan kerja sama antar pemangku kepentingan dalam proses penanggulangan bencana,” timpalnya. Lebih jauh, Bupati mengatakan, suatu desa mempunyai ketangguhan terhadap bencana ketika desa tersebut memiliki kemampuan mengenali ancaman di wilayahnya dan mampu mengorganisir sumber daya masyarakat untuk mengurangi kerentanan. Serta, meningkatkan kapasitas demi mengurangi resiko bencana.
“Kemampuan ini diwujudkan dalam perencanaan pembangunan yang mengandung upaya-upaya pencegahan kesiapsiagaan, pengurangan resiko bencana dan peningkatan kapasitas untuk pemulihan pasca keadaan darurat,” ujarnya.
Lantas, Bupati mengungkapkan alasan dipilihnya Desa Parit Banjar dalam program Destana di Kabupaten Mempawah. Sebab, Desa Parit Banjar memiliki ancaman bencana seperti karhutla, puting beliung dan banjir pasang rob.
“Kami berharap setelah terealisasi program Destana ini, kedepannya Desa Parit Banjar dapat memiliki sejumlah komponen penting. Diantaranya, legislasi dalam bentuk penyusunan Perdes yang mengatur pengurangan resiko dan penanggulangan bencana di tingkat desa,” urainya. Kemudian, masih dikatakan Bupati, Pemerintah Desa Parit Banjar mesti memiliki perencanaan berupa penyusunan rencana penanggulangan bencana desa yang meliputi rencana kontijensi dan rencana aksi pengurangan resiko bencana komunitas.
“Juga ada kelembagaan berupa pembentukan forum penanggulangan bencana desa yang berasal dari unsur pemerintah dan masyarakat, kelompok/tim relawan bencana di dusun, RT dan RW serta pengembangan kerja sama antar sektor dan pemangku kepentingan dalam upaya mendorong upaya pengurangan resiko bencana,” harapnya.
Tak hanya itu, Bupati berharap adanya pendanaan dalam bentuk rencana mobilisasi dari APBD Kabupaten, APBDes, dana mandiri masyarakat dan sektor swasta atau pihak terkait lainnya.
“Dan penting untuk melakukan pengembangan kapasitas seperti pelatihan, pendidikan dan penyebaran informasi kepada masyarakat dan kelompok relawan agar memiliki kemampuan dan berperan aktif dalam melakukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pengurangan resiko bencana,” sebutnya.
“Terakhir, perlu melakukan penyelenggaraan penanggulangan bencana berupa kegiatan-kegiatan mitigasi fisik struktural dan non fisik, sistem peringatan dini, kesiapsiagaan untuk tangguh darurat dan segala upaya pengurangan resiko,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelatihan Destana, Purwadi, S.Hut, MP melaporkan, pelatihan diikuti 30 peserta terdiri dari masyarakat desa dan aparatur Desa Parit Banjar, Kecamatan Mempawah Timur. “Pelatihan berlangsung sehari di Kantor Desa Parit Banjar. Dalam pelatihan ini, peserta akan mendapatkan pembekalan materi yang disampaikan oleh Fasilitator BPBD Kubu Raya, Robiyanto, SE dan tim,” singkatnya.(wah)
Editor : Misbahul Munir S