MEMPAWAH – Bupati Mempawah, Erlina, menghadiri perayaan Natal Oikumene 2023 Kalimantan Barat yang dipusatkan di Rumah Radakng Pontianak, Jumat (5/1) malam.
Acara tersebut turut dihadiri Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas, dan para pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar.
Erlina memberikan apresiasi dan mendukung teselenggaranya acara Natal Oikumene 2023 Kalimantan Barat tersebut.
Dia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif dan meningkatkan nilai-nilai religius dalam kehidupan masyarakat.
“Sesuai tema acara Natal Oikumene kali adalah Kemuliaan bagi Allah dan Damai Sejahtera di Bumi. Semoga, tema ini dapat diaplikasikan dalam kehidupan bemasyarakat, berbangsa dan bernegara,” harapnya.
Lebih dari itu, Erlina mengatakan bahwa perayaan Natal Oikumene 2023 Kalimantan Barat hendaknya dapat meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan antarumat beragama di Kalimantan Barat.
Dengan demikian, harapan dia akan tercipta harmonisasi kerukunan umat beragama yang lebih baik dimasa mendatang.
“Semoga kerukunan dan harmonisasi yang selama ini telah tercipta dan terpelihara dapat terus kita jaga dan dipertahankan. Bahkan, bisa lebih ditingkatkan lagi dimasa mendatang,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dalam sambutannya merasa senang terciptanya suasana riang gembira serta kebahagiaan pada perayaan Natal Oikumene tahun 2023 di Kalimantan Barat. Mewakili Pemerintah Pusat, ia merasa gembira melihat situasi kerukunan di Kalimantan Barat.
“Saya senang warga Kalimantan Barat, khususnya umat Kristiani, umat Khatolik, merayakan natal dengan penuh bahagia dan riang gembira. Kegembiraan saya lihat terpancar di wajah warga Kalbar. Sebagai wakil dari pemerintahan, saya senang melihat situasi hidup dengan rukun seperti ini,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu pula, Menag mengungkapkan, meskipun dirinya seorang muslim, bukan berarti menjadi salah satu hambatan untuk mempererat tali persaudaraan dengan umat kristiani.
“Saya muslim, dan mungkin beberapa tamu di sini muslim. Kami semua yang muslim ini memegang teguh keyakinan dan kebenaran yang kami peluk.
Namun, tidak ada sedikit pun alasan bagi kami yang muslim untuk tidak bersaudara dengan umat kristiani. Tidak boleh ada hambatan persaudaraan di antara kita, meskipun kita berbeda agama dan keyakinan,” tegasnya.
Sebelumnya, Ketua Panitia Natal Oikumene Kalbar, Yulius Aho, mengungkapkan bagaimana perayaan tersebut sangat special buat mereka.
Pasalnya selain dihadiri oleh Menteri Agama, kumpul secara bersama di ruangan terbuka juga sudah lama tidak mereka rasakan, kurang lebih 3 tahun terakhir sejak terjadi pandemi Covid-19.
“Sangat spesial karena sudah 3 tahun umat tidak berkumpul secara bersama di ruangan terbuka seperti ini, dan juga semakin spesial karena bisa dihadiri Menteri Agama.
Peserta lebih dari 8 ribu umat dari Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Mempawah, dan daerah lainnya,” urainya melaporkan. (wah)
Editor : A'an