MEMPAWAH – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Ahli Rias Pengantin (HARPI) Melati Kabupaten Mempawah rencananya akan dilantik dan dikukuhkan pada 7 Maret 2024 di Gedung Mempawah Convention Center (MCC). Pelantikan akan dirangkaiankan dengan sosialisasi dan lomba.
“Untuk kepengurusan, sebenarnya kami sudah mendapatkn SK dari pengurus provinsi. Jadi, nanti tinggal dilaksanakan pengukuhan saja,” jelas Ketua DPC Harpi Melati Mempawah, Mas Karunia Utami alias Umi di Mempawah, Rabu (28/2) siang.
Diterangkannya, pelantikan DPC HARPI Melati Mempawah akan dirangkaikan dengan beberapa agenda kegiatan lainnya. Seperti, ekpose rias pengantin adat khas Kabupaten Mempawah hingga lomba rias pengantin nusantara.
“Kita juga akan menggelar lomba fashion show busana anak dan ada kegiatan promosi dari para sponsor,” tuturnya.
Umi memandang pentingnya memperkenalkan pakaian pengantin khas Melayu Mempawah. Karena, yang dikenal masyarakat selama ini hanya pakaian pengantin Melayu Pontianak dan Sambas.
“Selama ini, pakaian pengantin Melayu kiblatnya pada Pontianak atau Sambas. Makanya, saya mencoba memperlihatkan kepada masyarakat Kabupaten Mempawah bahwa kita sudah memiliki pakaian pengantin Melayu Mempawah,” tegasnya.
Terkait pakaian pengantin Melayu Mempawah, menurut perempuan yang akrab disapa Umi itu, pada 2019 lalu dirinya telah dilaksanakan seminar awal untuk menentukan posisi jamang, jumlah aksesoris, pewarnaan pakaian dan lainnya.
“Saat itu, kami mengundang para tokoh masyarakat, pemangku adat dan pihak terkait lainnya termasuk pemerintah daerah,” ujarnya.
Lebih detail, Umi menerangkan, pakaian pengantin Melayu Mempawah mengusung tenun benang emas dengan motif bunga bakung yang menjadi icon khasnya. Sedangkan pelengkap aksesorisnya mengkolaborasikan histori kerajaan Mempawah dan asal usul Raja Mempawah Opu Daeng Menambon yang berasal dari suku Bugis.
“Jadi kita kolaborasikan dan sinergikan hingga terciptalah pakaian pengantin khas Melayu Mempawah ini,” sebutnya.
Misalnya, dia mencontohkan, penentuan warna pakaian yakni turunan kuning yang menjadi warna khas Kerajaan Mempawah. Dipadukan dengan kain berwarna hijau sehingga, perpaduan kuning dan hijau yang melambangkan kemewahan dan keindahan.
“Pengembangan di Mempawah bisa warna apa saja, misalnya kuning dipadukan hitam dan lainnya. Namun, sekarang kita gunkan kuning dan hijau sebagai lambang kemewahan dan keindahan,” sebutnya.
Ciri lainnya, sambung dia, berkenaan dengan pemasangan jumlah bogam. Pakaian pengantin Melayu Mempawah menggunakan 9 bogam, berbeda dengan Pontianak 5 bogam dan Sambas 7 bogam.
“Tampilannya juga seperti bando bugis, karena kita sesuaikan dengan asal usul Raja Mempawah Opu Daeng Menambon dari Pulau Sulawesi. Jadi, kita memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan daerah lain di Kalbar,” tegasnya lagi.
Terakhir, dia berharap pakaian pengantin Melayu Mempawah dapat dikembangkan dan dikenal masyarakat luas sehingga, masyarakat melayu Kabupaten Mempawah memiliki kebanggaan tersendiri dengan jenis pakaian adat perkawinanya.
“Kedepan, kami berharap pakaian pengantin Melayu mempawh ini dapat diusung hingga ke tingkat nasional. Kami sendiri sudah ditawarkan pusat untuk mendapatkan pembakuan pakaian adat pengantin di tingkat nasional. Kita tinggal menunggu dorongan dari Pemkab Mempawah untuk lokakarya atau seminar nasional,” pungkasnya.(wah)
Editor : A'an