MEMPAWAH – Penjabat Bupati Mempawah, Ismail menyebut event budaya Naik Dango ke-39 tahun 2024 di Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah bukan sekedar acara ritual adat. Lebih dari itu, penyelenggaraan Naik Dango memberikan dampak positif terhadap sektor sosial ekonomi.
Event budaya Naik Dango ke-39 tahun 2024 yang dipusatkan di Rumah Radakng Adat Dayak Kecamatan Toho telah dimulai sejak 25-28 April 2024. Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta dari Kabupaten Mempawah, Landak, dan Kubu Raya.
“Kita semua patut bersyukur event budaya Naik Dango ke-39 tahun 2024 di Kecamatan Toho berlangsung dengan sukses, tertib, aman dan lancar sesuai agenda yang telah disusun panitia,” kata Ismail, Selasa (29/4).
Menurut Ismail, event budaya Naik Dango merupakan bentuk napak tilas warisan leluhur masyarakat Dayak Sub Suku Kanayatn yang tetap dijaga dan dilestarikan oleh generasi penerus sampai sekarang.
“Adat budaya harus kita jaga dan lestarikan agar tidak punah dimakan zaman. Menjadi tugas kita bersama untuk terus memelihara adat budaya ini agar terus berkembang di masyarakat,” pendapatnya.
Lebih jauh, Ismail berpandangan, penyelenggaraan event budaya Naik Dango bukan sekedar ritual adat. Melainkan menjadi wadah yang memberikan dampak positif terhadap sosial ekonomi masyarakat di sekitar lokasi acara.
“Ada banyak lapak yang dibuka dengan berbagai macam barang dagangan mulai dari aneka makanan, minuman, pakaian dan lainnya.
Tak ketinggalan pula wahana permainan bagi anak-anak yang juga turut menyemarakkan acara ini. Ini dampak positif sosial ekonomi dari Naik Dango,” sebutnya.
Masih dikatakan Ismail, hal tersebut membuktikan event budaya Naik Dango memberikan dampak yang luas. Bukan hanya sebagai wujud pelestarian nilai adat dan budaya masyarakat suku Dayak, akan tetapi ajang bagi masyarakat untuk berkumpul serta sekaligus sebagai tempat transaksi perdagangan maupun tempat hiburan.
“Walaupun secara durasi pelaksanaan acara ini tidak terlalu lama, tetapi mampu memberikan efek terhadap terbukanya tempat keramaian baru walaupun terbatas waktunya,” katanya.
Terakhir, Ismail mengatakan dari penyelenggaraan event budaya Naik Dango tersebut seluruh elemen masyarakat wajib bersyukur atas tersedianya sumber makanan pokok padi yang produksinya tetap terjaga dengan baik.
“Diiringi dengan doa dan harapan agar di tahun akan datang, kuantitas padi yang dihasilkan dapat bertambah dan kualitasnya semakin baik sehingga kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi bersamaan dengan meningkatnya kualitas hidup masyarakat,” tukasnya.(wah)
Editor : A'an