MEMPAWAH – Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Mempawah, Juli Suryadi Burdadi menghadiri Haul dan Harlah Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Qomar di Desa Kuala Secapah, Kecamatan Mempawah Hilir, Sabtu (29/6) malam.
Juli berharap Ponpes Al-Qomar semakin maju, berkembang dan mencetak generasi yang berkualitas dan berakhlak mulia. “Pemerintah Kabupaten Mempawah mengapresiasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan haul dan harlah ini,” ucap Juli mengawali sambutannya.
Menurut Juli, Ponpes Al-Qomar terus mengalami perkembangan dan kemajuan yang sangat dinamis. Meski melewati perjuangan dan perjalanan yang tak mudah, namun Ponpes Al-Qomar mampu terus melaksanakan proses pendidikan yang dimulai sejak 34 tahun silam.
“Perjuangan dan perjalanan Ponpes Al-Qomar ini sangat tidak mudah dan pastinya akan terus berkembang dimasa depan,” pendapatnya.
Dalam kesempatan itu, Juli mengharapkan peran aktif dan kontribusi pesantren dalam mendukung program pemerintah pusat. Salah satunya program penanganan dan penanggulangan stunting.
“Kami berharap Ponpes Al-Qomar ikut berparitisipasi membantu pemeritah dalam mengatasi stunting,” pintanya. Sebab, dikatakan Juli, stunting merupakan persoalan krusial yang akan menentukan nasib generasi muda dimasa depan. Jika tidak diatasi dengan baik, stunting akan melahirkan generasi muda yang lemah.
“Kita ingin generasi muda nanti merupakan SDM yang sehat, cerdas dan berkualitas serta berakhlak mulia. Maka, stunting harus kita atasi sejak dini untuk melahirkan generasi yang terbaik,” ujarnya.
Kemudian, Juli juga menyinggung maraknya praktik judi online. Saat ini, diungkapkannya, judi online sudah merambah seluruh elemen dan kelangan masyarakat. Mulai dari kalangan pejabat DPRD, cendikiawan dan seluruh profesi masyarakat atas, menengah hingga bawah.
“Padahal, agama kita sangat jelas dan tegas melarang judi. Karena judi merupakan perbuatan haram dan berdosa,” tegasnya. Juli menyebut, kemajuan teknologi yang dengan mudah dimiliki masyarakat semestinya membuat masyarakat semakin maju dan berkembang dengan informasi serta wawasan yang tak terbatas.
“Namun sebaliknya, teknologi yang salah dipergunakan justru membuat masyarakat terjerumus dalam perbuatan judi dan hal negative lainnya,” cecarnya.
Karena itulah, Juli menghimbau dan mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Mempawah agar menghentikan segala aktivitas yang berkaitan dengan judi online maupun tindakan negatif lainnya. Sebab, perbuaan tersebut hanya akan menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
“Misalnya judi online, semuanya sudah diatur oleh sistem yang dibuat oleh bandar-bandar judi. Artinya, bandar judi tidak akan pernah kalah. Yang pasti kalah adalah para pemain judi online,” ungkapnya.
“Mari kuatkan keimanan dan ketakwan kita kepada Allah Ta’ala, agar kita senantiasa dihindari dari perbuatan dan tindakan yang menyimpang dari perintah Allah dan jauhi segala larangan-NYA,” serunya mengakhiri.(wah)
Editor : A'an