MEMPAWAH – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengungkapkan data bencana alam yang terjadi dilingkungan masyarakat Kabupaten Mempawah sepanjang Januari-Juni 2024. Mulai dari bencana banjir, kebakaran hingga putting beliung.
“Kami sudah mendata dan mencatat kejadian bencana yang terjadi pada 6 bulan pertama di tahun 2024 ini. Kita mencatat kejadian banjir, kebakaran hingga angin kencang atau putting beliung,” kata Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Bencana, BPBD Mempawah, Purwadi, Senin (1/7) di Mempawah.
Misalnya, Purwadi mencontohkan, bencana banjir tercatat terjadi di Dusun Telayar, Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur. Banjir terjadi pada Januari dan Mei 2024.
“Banjir yang terjadi di Dusun Telayar ini akibat luapan air Sungai Pinyuh. Terlebih daerah Dusun Telayar sendiri merupakan daerah bantaran sungai yang sangat rentan terhadap banjir,” tuturnya.
Kemudian, sambung Purwadi, BPBD Mempawah juga mencatat bencana alam angin ribut atau puting beliung sebanyak 4 kejadian. Yakni pada Januari di Desa Terap Kecamatan Toho, Desa Sungai Bakau Besar Laut Kecamatan Sungai Pinyuh dan Desa Suak Barangan, Kecamatan Sadaniang.
“Sedangkan satu kejadian angin ribut lainnya terjadi pada bulan Maret di Desa Peniti Luar, Kecamatan Jongkat,” paparnya.
Selain itu, masih dikatakan Purwadi, pihaknya mencatat bencana kebakaran pemukiman masyarakat. Misalnya di bulan Januari, kebakaran terjadi di Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit.
“Pada bulan Februari, kebakaran terjadi di sebuah rumah di Kelurahan Terusan, Kecamatan Mempawah Hilir dan di Desa Purun Besar Kecamatan Segedong. Berikutnya pada bulan Maret terjadi kebakaran komplek Rumah Toko (Ruko) di Pasar Sungai Kunyit, serta pada bulan April terjadi kebakaran di Kelurahan Terusan, Kecamatan Mempawah hilir,” urainya.
Terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Purwadi mengaku bersyukur. Sebab, pada Januari-Juni 2024 ini kasus karhutla di Kabupaten Mempawah relatif aman dan terkendali dengan baik.
“Alhamdulillah, untuk karhutla relatif aman pada peridoe Januari-Juni 2024 ini,” imbuhnya.
Ditanya kerugian akibat musibah bencana di Kabupaten Mempawah, Purwadi mengatakan pihaknya tidak dapat memberikan nilai pasti jumlah kerugian yang dialami para korban bencana alam.
“Namun, untuk jenis kerusakan akibat bencana alam yang terjadi bisa kita kategorikan dalam kerusakan berat,” sebutnya.
Lebih jauh, Purwadi memastikan Pemerintah Kabupaten Mempawah melalui BPBD telah menyalurkan bantuan-bantuan untuk para korban bencana alam. Bantuan yang disalurkan berupa makanan pokok, pakaian, material dan sejenisnya.
“Berkenaan dengan bantuan kebutuhan pokok semuanya sudah kita salurkan dilapangan sesuai jumlah korban yang terdampak bencana,” pungkasnya.(wah)
Editor : A'an