Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Jurusan Ilmu Kelautan FMIPA Untan Edukasi dan Gelar Aksi Nyata Lingkungan di Pantai Tanjung Burung

A'an • Rabu, 4 September 2024 | 11:44 WIB
FOTO BERSAMA : Foto bersama saat kegiatan PKM Jurusan Ilmu Kelautan FMIPA Untan dengan masyarakat di Pantai Tanjung Burung.
FOTO BERSAMA : Foto bersama saat kegiatan PKM Jurusan Ilmu Kelautan FMIPA Untan dengan masyarakat di Pantai Tanjung Burung.

MEMPAWAH HILIR - Jurusan Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang penuh inspirasi di Pantai Tanjung Burung, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, yang digelar pada 29 Agustus 2024.

Kegiatan ini mengambil tema "Edukasi dan Giat Literasi Kelautan bagi Anak Sekolah," yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan laut dan pesisir, khususnya di kalangan siswa, guru, dan masyarakat setempat.

Pantai Tanjung Burung menjadi saksi antusiasme para peserta yang berasal dari berbagai sekolah di sekitar Mempawah Hilir, termasuk SMAN 1 Mempawah Hilir, SMAN 2 Mempawah Hilir, SMAN 1 Toho, dan SMKN 1 Mempawah Hilir. Tidak hanya siswa dan guru yang terlibat, tetapi juga masyarakat sekitar Pantai Tanjung Burung serta dosen dan mahasiswa dari berbagai angkatan Prodi Ilmu Kelautan Universitas Tanjungpura.

Kegiatan ini diawali dengan acara pembukaan yang berlangsung hangat dan penuh semangat. Ibu Nurhayati, perwakilan dari Kelurahan Tanjung, secara resmi membuka acara dan menyampaikan apresiasi atas inisiatif Jurusan Ilmu Kelautan dalam mengedukasi generasi muda dan masyarakat lokal tentang pentingnya menjaga lingkungan laut.

"Langkah seperti ini sangat penting karena mendidik anak-anak kita untuk lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan laut dan pesisir yang kita miliki," ujar Ibu Nurhayati.

Pak Sudirman, Ketua Pengelola Pantai Tanjung Burung, juga turut hadir dan memberikan sambutannya. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara pihak akademisi, sekolah, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan pesisir yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

"Pantai yang dahulunya tempat rekreasi dan sumber pencaharian penduduk telah mengalami kerusakan akibat tingkat abrasi yang tinggi. Oleh karena itu, melalui kegiatan PKM ini diharapkan diperoleh cara untuk memperbaikinya," tegas Pak Sudirman.

Pak Syawalliansa, S.Pd, Guru Geografi di SMAN 1 Mempawah Hilir sekaligus Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi Tingkat SMA Kabupaten Mempawah, juga menambahkan pandangannya.

Beliau menyoroti pentingnya pendidikan lingkungan, khususnya kelautan, yang diajarkan sejak dini. "Anak-anak kita harus dibekali dengan pengetahuan dan kesadaran tentang lingkungan sejak dini, agar mereka dapat menjadi agen perubahan yang positif di masa depan," ucap Pak Syawal penuh harap.

Turut hadir pula Pak Arie Antasari Kushadiwijayanto, S.Si, M.Si, Ketua Jurusan Ilmu Kelautan, yang memberikan pandangannya tentang pentingnya literasi kelautan dalam mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks di masa mendatang.

Beliau mengungkapkan bahwa pendidikan kelautan bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga tentang membangun kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem laut.

Setelah acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi edukasi yang sangat dinanti-nanti oleh para peserta. Dr. Apriansyah, seorang ahli kelautan, menjadi pembicara pertama yang mengupas tentang kondisi udara dan laut di Pantai Tanjung Burung.

Beliau menjelaskan secara rinci bagaimana kualitas udara dan air di pantai ini sangat penting untuk dipertahankan demi kelangsungan hidup biota laut dan kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitarnya. "Menjaga kualitas udara dan air bukan hanya tentang menjaga lingkungan, tetapi juga tentang menjaga kesehatan kita semua," ujar Dr. Apriansyah.

Setelah itu, Ibu Shifa Helena, M.Si, seorang pakar ekosistem mangrove, melanjutkan sesi edukasi dengan memaparkan kondisi mangrove di Mempawah. Beliau menjelaskan bahwa mangrove memiliki peran krusial dalam melindungi pantai dari abrasi dan menjadi habitat penting bagi berbagai spesies hewan laut. "Mangrove adalah penjaga pantai kita. Mereka melindungi kita dari gelombang besar dan menjadi tempat tinggal berbagai biota laut. Kita harus menjaga mereka seperti kita menjaga rumah kita sendiri," ungkap Ibu Shifa dengan penuh semangat.

Sesi edukasi ini ditutup dengan materi yang dibawakan oleh Ibu apt. Wardisah, M.Si, yang mengangkat tema tentang produk-produk bernilai ekonomi tinggi yang bisa dihasilkan dari sumber daya laut. Beliau menjelaskan bagaimana abon ikan dan bingke rumput laut bisa menjadi alternatif sumber pendapatan bagi masyarakat pesisir.

"Dengan memanfaatkan sumber daya laut secara bijak, kita tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Ibu Wardisah sambil menunjukkan beberapa contoh produk olahan laut yang dibawa sebagai contoh.

Setelah sesi materi, para peserta diajak untuk melihat demonstrasi penggunaan alat-alat kelautan yang digunakan untuk mengukur kualitas air dan udara. Demonstrasi ini menarik perhatian peserta, terutama siswa-siswa yang baru pertama kali melihat alat-alat tersebut. Dengan penjelasan yang sederhana namun informatif, para instruktur berhasil membuat para peserta semakin tertarik dan ingin tahu lebih banyak tentang ilmu kelautan.

Kegiatan PKM ini ditutup dengan aksi nyata berupa kegiatan bersih-bersih Pantai Tanjung Burung. Semua peserta, mulai dari siswa, guru, masyarakat, hingga dosen dan mahasiswa, bahu-membahu membersihkan pantai dari sampah yang berserakan. Aksi ini bukan hanya simbol komitmen untuk menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi momen kebersamaan yang mempererat hubungan antar peserta.

Setelah aksi bersih pantai, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman mangrove di sekitar pantai. Penanaman mangrove ini didukung oleh PT. PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Kapuas sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan untuk menjaga kelestarian alam. Dengan penuh semangat, para peserta menanam bibit mangrove di area yang telah disiapkan, berharap tanaman ini akan tumbuh dan menjadi pelindung pantai di masa depan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, terhadap pentingnya menjaga ekosistem laut dan pesisir semakin meningkat. Pantai Tanjung Burung kini tidak hanya menjadi tempat rekreasi yang indah, tetapi juga simbol upaya bersama untuk masa depan yang lebih baik dan lingkungan yang lebih bersih. Semoga langkah kecil ini bisa menjadi awal dari perubahan besar dalam menjaga kelestarian lingkungan kita. (sti/ser)

Editor : A'an
#mempawah #kelautan #PKM #PLN Nusantara Power #FMIPA Untan