MEMPAWAH – Pj Sekda Pemkab Mempawah, Abdul Malik berkesempatan menghadiri grand opening relokasi Kantor BSI PT Bank Syariah Indonesia Cabang Pembantu Mempawah, Rabu (18/9).
Kehadiran BSI diharapkan memberikan kemudahan akses modal bagi UMKM di Kabupaten Mempawah.
“Atas nama pribadi dan pemerintah daerah, saya memberikan apresiasi dan menyambut baik dibukanya BSI Kantor Cabang Pembantu Mempawah. Mudah-mudahan dapat memberikan pilihan dan mempermudah masyarakat dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan,” harap Abdul Malik.
Menurut dia, literasi dan inklusi keuangan menjadi penting dalam upaya peningkatan dan mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, karena keduanya merupakan salah satu indikator kemajuan sebuah bangsa.
“literasi keuangan tidak hanya tentang seberapa baik pemahaman masyarakat tentang ragam dan karakteristik produk dan layanan jasa keuangan, namun literasi keuangan menggambarkan tingkat kopetensi dan keterampilan pengelolaan keuangan masyarakat dalam menuju kemandirian finansial,” pendapatnya.
“Sementara inklusi keuangan tidak hanya berbicara tentang penggunaan ragam produk dan layanan jasa keuangan, namun tentang ketersediaan titik akses keuangan dan ragam produk serta layanan jasa keuangan yang inklusif dan mempu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya menerangkan.
Lebih jauh, Abdul Malik menilai pembentukan BSI merupakan langkah strategis untuk mengonsolidasikan kekuatan dalam industri perbankan syariah di Indonesia. Termasuk pemindahan KCP BSI dari Kota Singkawang ke Mempawah merupakan langkah strategis yang telah diperhitungkan dan dipertimbangkan dengan matang.
“Kedepan, kami berharap BSI KCP Mempawah dapat bersinergi dan berkolaborasi bersama pemerintah daerah dalam menggali dan membangun potensi ekonomi umat, serta dapat berkembang dengan sistem syariahnya,” harap dia.
Baca Juga: BSI Siap Akselerasi Global Hub & Islamic Ecosytem, Dukung Indonesia Islamic Financial Center (IIFC)
Selain menjadi sahabat bisnis, menurut Abdul Malik, BSI juga menjadi sahabat spiritual dan sahabat sosial. Masyarakat Kabupaten Mempawah yang mayoritas merupakan umat muslim dengan 77 pondok pesantren serta lembaga pendidikan islam lainnya merupakan potensi yang bisa disasar oleh BSI.
“BSI juga mempunyai kewajiban menyalurkan CSR. Misalnya, dengan membantu merenovasi pondok pesantren, memberikan beasiswa santri, dan memberikan bantuan peternakan untuk para tahfiz,” katanya.
Ke depan, dia juga minta agar BSI mempermudah akses modal bagi masyarakat yang membutuhkan. BSI dapat melakukan jemput bola atau menyediakan berbagai layanan digital bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kabupaten Mempawah.
“Harapan kami agar BSI dapat memberikan kemudahan modal. Meskipun sudah ada ribuan UMKM di Kabupaten Mempawah yang sudah dibiayai KUR, akan tetapi masih banyak masyarakat yang perlu didorong agar UMKM bisa naik kelas,” tandasnya.(wah)
Editor : A'an