MEMPAWAH – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mempawah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Kementrian Agama (Kemenag) dan Kerbangpol Pemerintah Kabupaten Mempawah. Rakoor berlangsung di Gedung FKUB, Senin (23/9).
Rakoor dipimpin oleh Wakil Ketua FKUB Kabupaten Mempawah, Askandar Singodimejo itu dihadiri Kasubbag TU Kemenag Mempawah, Ishak, dan Plt.
Kabag Kesbangpol Setda Kabupaten Mempawah, Bunjamin serta dewan pengurus dan anggota FKUB Kabupaten Mempawah.
“Menjelang perhelatan Pilkada Serentak 2024, FKUB berkomitmen untuk menjalankan peran dan fungsi dalam menjaga kerukunan, kedamaian dan ketentraman umat beragama di Kabupaten Mempawah,” tegas Iskandar.
Atas dasar itu, lanjut Iskandar, maka FKUB menegaskan komitmennya untuk menjaga netralitas pada Pilkada Mempawah 2024. Dan FKUB siap menjadi wadah perdamaian dan kerukunan umat beragama.
“FKUB berkomitmen menjadi wadah perdamaian dan kerukunan bagi seluruh masyarakat. Kami akan menjaga netralitas dalam Pemilukada ini, dengan tetap berfokus pada tugas menjaga keharmonisan dan perdamaian di Kabupaten Mempawah,” tuturnya.
Iskandar menyerukukan seluruh dewan pengurus dan anggota FKUB Kabupaten Mempawah agar senantiasa meningkatkan komunikasi dan sinergitas.
Memperkuat kerjasama dengan berbagai pihak termasuk dengan Pemerintah Kabupaten Mempawah dan Kemenag Mempawah.
“Dengan kerja sama dan dukungan selurih pihak, maka peran FKUB dalam menjaga kerukunan dan kedamaian umat beragama dapat berjalan optimal dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” harapnya.
Baca Juga: Mohammad Bari Buka Kegiatan Fasilitasi Raker FKUB Kalbar 2024
Sementara itu, Kasubbag TU Kemenag Mempawah, Ishak menilai FKUB memiliki peran sentral dan penting dalam menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat yang majemuk, terutama di tengah isu-isu hangat yang sering kali muncul menjelang PIlkada 2024.
“Dalam situasi politik yang memanas seperti ini, FKUB memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi penengah. Kita semua tahu, Pilkada sering kali memunculkan isu-isu provokatif yang bisa memecah belah masyarakat,” kata Ishak.
“Karena itu, FKUB harus berperan aktif dalam menjaga keharmonisan, baik di lingkungan kemasyarakatan maupun di tengah keberagaman agama, adat, suku, dan budaya,” tambahnya.
Masih dalam rakoor tersebut, Ishak menilai FKUB bukan sekadar lembaga formal, melainkan wadah strategis yang menjadi tolak ukur dalam meredam berbagai potensi konflik sosial masyarakat.
Dengan perannya sebagai fasilitator dialog lintas agama, FKUB diyakini mampu mendamaikan berbagai perbedaan yang ada dan menjaga suasana tetap kondusif, terutama di masa-masa rawan dan genting.
“Kemenag berkomitmen untuk mendukung FKUB dalam upaya menciptakan kerukunan, keharmonisan serta kerukunan hidup umat beragama di Kabupaten Mempawah,” tegasnya.
Plt. Kabag Kesbangpol Setda Kabupaten Mempawah, Bunjamin memberikan apresiasi terhadap persiapan FKUB dalam menjalankan program kerjanya.
Ia menyebut rakoor tersebut sebagai momentum penting yang melibatkan tokoh-tokoh agama lintas sektor untuk memperkuat peran FKUB di tengah dinamika sosial politik di masyarakat.
“Kami mengapresiasi dan mendukng penuh langkah FKUB yang telah mempersiapkan diri dengan baik dalam menyusun program kerja dan strategi kedepan. Rakor menjadi langkah penting untuk mempererat hubungan harmonisasi antarumat beragama, serta menjadi jembatan kerukunan yang akan membantu menjaga ketertiban dan kedamaian umat,” tuturnya.
Menurut Bujamin, tantangan yang dihadapi FKUB semakin kompleks seiring menjelang Pilkada Mempawah 2024 mendatang. Sebab, perbedaan pandangan politik bisa mempengaruhi hubungan antar umat.
Karena itu, Bunjamin berharap FKUB bisa menjadi wadah yang memfasilitasi kerukunan dan menyatukan masyarakat yang mungkin terpolarisasi perbedaan politik.
“Kami juga berharap FKUB dapat terus berperan sebagai payung kerukunan umat beragama, terutama menjelang Pilkada mendatang,” pungkasnya.(wah)
Editor : A'an