MEMPAWAH – Menyongsong perhelatan Pilkada Serentak tahun 2024, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mempawah berkomitmen untuk memberikan edukasi dan sosialisasi politik yang sehat kepada masayarakat. Supaya, masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam pesta demokrasi dengan baik dan benar.
“Menyikapi situasi politik Pilkada Serentak 2024 ini, FKUB berkomitmen untuk senantiasa memberikan edukasi, pemahaman dan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat,” tegas Wakil Ketua FKUB Kabupaten Mempawah, Askandar Singodimejo, SH saat menghadiri acara dialog kerukunan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mempawah Hilir, belum lama ini.
Menurut Askandar, tahun politik menjadi tantangan tersendiri bagi kelangsungan kerukunan hidupan masyarakat di Kabupaten Mempawah. Sebab, politik kerap menimbulkan berbagai dinamika yang berpotensi menimbulkan konflik dan perpecahan di masyarakat.
“Kami mengingatkan semua pihak agar tidak melanggar aturan dan ketentuan dalam penyelenggaraan Pilkada. Salah satunya berkenaan dengan penggunaan rumah ibadah. Hendaknya rumah ibadah tidak dijadikan tempat untuk berkampanye atau politik praktis,” tegasnya mengingatkan.
“Rumah ibadah harus tetap menjadi ruang suci untuk berdoa, bukan tempat untuk aktivitas politik,” timpalnya.
Masih dalam dialog tersebut, FKUB menekankan pentingnya merawat dan menjaga kerukunan hidup masyarakat ditengah berbagai perbedaan dan keberagaman.
“Kerukunan harus terus dirawat dan dijaga, terutama dalam keberagaman agama, suku, dan budaya. Tanpa kerukunan, kita akan sulit membangun masyarakat yang damai dan harmonis,” pungkasnya.(wah)
Editor : A'an