Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Maraknya Akun Medsos Palsu Jelang Pilkada 2024

A'an • Senin, 18 November 2024 | 15:30 WIB
Nahdlatul Rahmadhani
Nahdlatul Rahmadhani

MEMPAWAH – Maraknya penggunaan akun media sosial (medsos) palsu menjadi fenomena menjelang Pilkada Serentak tahun 2024 di Kabupaten Mempawah. Ironinya, akun palsu tersebut kerap dipakai untuk menyebarkan informasi negatif seputar Pilkada, hingga menyerang Calon Kepala Daerah (Cakada).

Praktisi media sosial, Nahdlatul Rahmadhani menilai maraknya penggunaan akun medsos palsu bukanlah hal baru dalam dunia politik, terutama saat kompetisi Pilkada seperti sekarang ini.

"Pastinya masyarakat sudah sama-sama tahu tentang pola-pola penggunaan akun palsu yang merupakan bagian dari dari permainan simpatisan atau tim sukses Paslon yang terlibat dalam Pilkada," pendapat pria yang akrab disapa Dani itu, Minggu (17/11) di Mempawah.

Sebagai representasi generasi muda di Mempawah, Dani mengaku menyesalkan dan tidak setuju dengan praktik negatif tersebut. Ia menilai akun palsu hanya akan menciptakan politik yang tidak sehat dan berpotensi menyesatkan publik. "Pasti dampaknya akan menimbulkan informasi fake atau bohong. Lalu, akan menjadi informasi yang menyesatkan, bahkan berpotensi menimbulkan hoax dan fitnah," tuturnya.

Terlebih, dia menyayangkan akibat maraknya akun medsos palsu yang menyebarkan informasi bohong akan berdampak terhadap psikologis para pengguna medsos termasuk dari kalangan generasi muda.

"Kami para Gen Z setiap hari disuguhkan dengan informasi atau komentar kebencian, kata-kata kasar, yang sedikit banyak akan berpengaruh pada kondisi psikologis kami kedepannya," pendapat dia.

Dani yang mengaku aktif bermedsos pastinya dapat membedakan mana akun asli dan palsu berdasarkan pada interaksi dan konten yang diposting. Namun, dia tak menyangkal jika banyak pula pengguna medsos yang terprovokasi dengan informasi hoax.

“Maka, kita berharap masyarakat Mempawah khususnya pengguna media sosial agar lebih bijak dalam menanggapi komentar yang bernada kebencian. Kita harus selektif dan teliti dalam menyerap informasi dari medsos,” pesannya.

Karena itulah, Dani mengajak seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Mempawah agar bersama-sama menjaga Pilkada Mempawah agar tetap aman, tertib, ramah dan kondusif. “Jadikan media sosial sebagai ruang positif untuk mendukung terciptanya pesta demokrasi yang bersih, jujur, sehat dan demokratis,” pungkasnya.(wah)

Editor : A'an
#akun palsu #pilkada 2024