MEMPAWAH – Banjir yang telah lama merendam Jalan Raya Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh memantik keprihatinan. Warga Desa Galang berinisiatif membangun jembatan sementara di sisi kiri dan kanan jalan agar dapat dilewati pengendara sepeda motor. Setiap pengendara yang melintas hanya membayar sukarela untuk membantu biaya pembangunan.
Warga Desa Galang, Muid mengungkapkan alasannya membangun jembatan sementara di Jalan Raya Desa Galang yang terendam banjir, karena, dia prihatin dengan kondisi banjir yang menghambat kelancaran lalulintas.
“Kita ingin membantu pengendara khususnya sepeda motor agar bisa melewati titik jalan yang terendam banjir dengan aman dan nyaman,” katanya.
Disamping itu, Muid mengatakan alasan lainnya untuk menghilangkan pandangan buruk terhadap masyarakat Desa Galang yang dituduh memanfaatkan situasi banjir untuk mendapatkan keuntungan dari pengendara sepeda motor.
“Banyak yang mengeluh dengan tarif ojek kendaraan yang mahal. Maka, saya berinisiatif membangun jembatan ini agar tidak ada lagi yang berfikir seperti itu,” tegasnya.
Lebih jauh, Muid menjelaskan jembatan sementara yang dibangun pada sisi kiri dan kanan Jalan Raya Desa Galang dibangun oleh beberapa orang, termasuk dirinya yang membangun jembatan sepanjang kurang lebih 250 meter.
“Jembatan ini dibangun dengan material kayu dan papan dengan panjang sekitar 250 meter. Biaya yang dihabiskan kurang lebih Rp 18 juta,” paparnya.
Muid memastikan dirinya tidak mematok tarif kendaraan yang melewati jembatan yang dibangunnya. Pengendara hanya diminta bantuan seikhlasnya. Bahkan, khusus anak sekolah tidak dipungut tarif.
“Jembatan ini sudah dibangun sekitar 2 minggu lalu dan kami tidak pernah menentukan tarif, silahkan sukarela saja. Dan khusus anak sekolah atau orang tua yang mengantarkan anak sekolah kami gratiskan,” sebutnya.
Sementara itu, salah seorang pengendara sepeda motor Kursanti mengaku sangat terbantu dengan adanya pembangunan jembatan sementara itu. Dengan adanya jembatan, dia merasa lebih aman melewati titik jalan yang terendam banjir tanpa rasa khawatir kendaraannya mogok.
“Saya setiap hari melewati titik jalan yang terendam banjir ini. Karena, rumah saya di Anjongan dan bekerja di Sungai Pinyuh. Kondisi banjir ini sangat menghambat dan mengganggu aktivitas kami,” tegasnya.
Kursanti mengaku cukup was-was saat melewati jembatan sementara itu. Mengingat, jembatan hanya berlantaikan papan dengan lebar kurang lebih satu meter. Tak berlebihan jika Kursanti khawatir akan terjatuh saat kendaraannya melintas diatas jembatan.
“Sebenarnya ada rasa takut dan was-was saat melewati jembatan. Terutama takut jatuh karena ukuran jembatannya kurang lebar. Namun, keberadaan jembatan ini sangat membantu kami,” pendapatnya.
Terkait banjir tersebut, dia berharap Pemerintah Kabupaten Mempawah, terutama Anggota DPRD agar dapat melakukan tindakan. Karena, banjir yang merendam badan Jalan Raya Desa Galang itu sudah berlangsung lama dan tak ada solusi konkrit dari pemerintah daerah.
“Kami minta Pemerintah Kabupaten Mempawah dan Anggota DPRD menyikapi permasalahan ini. Jangan hanya dilihat saja, tapi tolong ada tindakannya. Agar kami selaku masyarakat ini tidak kesulitan lagi setiap pergi dan pulang kerja,” desaknya.(wah)
Editor : Miftahul Khair