PONTIANAK POST – Sepekan ini wilayah Kabupaten Mempawah terendam banjir. BPBD melaporkan sebanyak 12 desa dan kelurahan serta lebih 20 ribu jiwa terdampak banjir. Termasuk di Kota Mempawah, banjir melumpuhkan aktivitas ekonomi dan memaksa warga mengungsi.
Dari pantauan dilapangan pada Senin (27/1) pagi, banjir yang merendam Pasar Mempawah dan sekitarnya mencapai ketinggian selutut orang dewasa. Banjir menenggelamkan akses Jalan Gusti Muhammad Taufik itu, memaksa para pedagang menutup lapak-lapak jualannya.
Pada beberapa daerah dataran rendah seperti di Jalan Bawal, Kelurahan Terusan, Kecamatan Mempawah Hilir, banjir mencapai kedalam rumah-rumah warga dengan ketinggian hampir satu meter.
Tak pelak, beberapa warga di Jalan Bawal terutama para Lansia dan warga yang sakit terpaksa dievakuasi ke Mess Chandramidi yang menjadi salah satu titik evakuasi yang disiapkan BPBD Mempawah. Evakuasi dilakukan oleh Prajurit TNI Yonmarhanlan XII Pontianak yang bermarkas di Desa Kuala Secapah.
Di tengah hiruk pikuknya banjir yang meresahkan dan melumpuhkan aktivitas warga Kota Mempawah, Pj Gubernur Kalbar, Harisson bersama Pj Ketua TP-PKK Kalbar, Windy Prihastari melakukan monitoring banjir dan kunjungan lapangan. Kedatangan pejabat nomor satu Pemprov Kalbar itu diterima Pj Bupati Mempawah, Drs H Ismail, MM beserta jajaran forkopimda.
Pj Gubernur dan rombongan langsung melihat kondisi korban banjir yang mengungsi di Mess Chandramidi Mempawah. Para korban yang mayoritas para lansia ini antusias menyampaikan keluh kesahnya terhadap bencana banjir yang hampir tak pernah mereka alami sebelum-sebelumnya.
Pj Bupati Ismail dalam laporannya menyampaikan banjir telah berlangsung sejak sepekan lalu dan merendam 5 wilayah kecamatan, 12 desa dan kelurahan serta berdampak terhadap 5.537 jiwa atau 20.549 jiwa.
“Banjir di Kabupaten Mempawah disebabkan beberapa faktor. Diantaranya curah hujan yang merata hampir terjadi setiap hari, kemudian limpahan banjir dari daerah perhuluan Kabupaten Landak,” ujar Ismail.
Dikatakan Ismail, ada beberapa daerah yang cukup rentan terendam banjir dengan ketinggian antara 1-1,5 meter seperti di Desa Pasir, Desa Sejegi dan Toho.
“Kami sudah menyediakan 10 titik evakuasi untuk korban banjir di Kabupaten Mempawah. Salah satu titik evakuasi tersebut yakni di Mess Chandramidi Mempawah,” paparnya.
Lebih lanjut, Ismail memastikan pihaknya telah melakukan langkah-langkah strategis dalam penanganan dan penanggulangan banjir. Diantaranya melakukan koordinasi bersama Forkopimda dan menetapkan status tanggap darurat bencana sejak tanggal 24 Januari 2025.
Masih disampaikan Ismail, Pemerintah Kabupaten Mempawah telah membentuk posko kesehatan di Mess Chandramidi dan menyediakan layanan mobile kesehatan melalui petugas puskesmas dan pustu setempat.
“Kami juga telah turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi banjir serta menyalurkan bantuan berupa logistik dengan memprioritaskan titik-titik evakuasi korban banjir,” katanya.
Sementara itu, Pj Gubernur Horisson berkesempatan meninjau ruas-ruas jalan di Kota Mempawah yang terendam banjir. Usai berkeliling, Horisson melayani pertanyaan wartawan. Horisson menjelaskan, kunjungan lapangan yang dilakukannya dalam rangka monitoring bencana banjir di wilayah Kalimantan Barat, termasuk Kabupaten Mempawah.
“Kita sangat prihatin dengan musibah banjir ini. Tadi, saya sudah berkunjung dan bertemu langsung dengan para pengungsi korban banjir di Mess Chandramidi Mempawah,” ujarnya.
Horisson memastikan Pemprov Kalbar bersama Pemkab Mempawah akan memberikan pelayanan maksimal bagi korban banjir. Salah satunya dengan menyediakan pasokan makanan dan kebutuhan harian.
“Tadi kami sudah salurkan bantuan berupa 200 paket pangan dan bahan pokok beras sebanyak 5,5 ton,” ungkap dia.
Lebih lanjut, Horisson menyebut bantuan lain seperti pelayanan kesehatan dan pendukung akan diberikan Pemerintah Kabupaten Mempawah melalui fungsi OPD terkait.
“Yang jadi masalah kedepannya, banjir ini akan berulang dan dampaknya terhadap ketahanan pangan. Karena, banjir akan menyebabkan terjadinya gagal panen, distribusi logistik tersendat dan lainnya,” kata dia.
Maka, lanjut Horisson pihaknya akan melakukan langkah-langkah strategis untuk mengatasi permasalahan yang ada dengan melibatkan seluruh pihak mulai dari Pemprov Kalbar, Pemkab Mempawah, TPID provinsi dan kabupaten. Kita harus pastikan distribusi barang lancar hingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat,” tegasnya menekankan.
Terakhir, Horisson menghimbau seluruh perusahaan yang beroperasional di wilayah Kalimantan Barat khususnya di daerah-daerah terdampak banjir agar segera menyalurkan bantuan melalui program dana CSR perusahaan.
“Tolong perusahaan jangan ditunda-tunda lagi penyaluran CSR. Silahkan salurkan sekarang untuk membantu korban banjir,” pesan Horisson.
Horisson mengatakan, bantuan yang disalurkan oleh perusahaan bisa disampaikan langsung kepada korban banjir dilapangan. Asalkan, perusahaan bersangkutan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat agar tidak terjadi tumpang tindih dalam penyalurannya.
“Kalau tahun lalu, kita kumpulkan dulu ke provinsi baru dibagikan ke daerah. Tapi untuk tahun ini, bantuan untuk korban banjir silahkan langsung disalurkan ke daerah-daerah terdampak. Perusahaan bisa berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat,” pungkasnya.(wah)
Editor : A'an