PONTIANAK POST – Banjir yang terjadi pada Januari 2025 merupakan yang terburuk sepanjang sejarah Kabupaten Mempawah. Banjir berdampak terhadap lebih 37 ribu jiwa. Meminimalisir dampak banjir di masa depan, Pemerintah Kabupaten Mempawah menggelar rapat koordinasi bersama Tim Pengkaji BNPB RI di Gedung Mempawah Command Center (MCC), Rabu (5/2).
Rakor dipimpin oleh Pj Bupati Mempawah, Ismail, Deputi Bidang Sistem dan Strategi Direktorat Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana BNPB RI, Asfirmanto Wasono Adi dan tim BNPB, Kepala ODP Pemkab Mempawah dan pihak-pihak terkait lainnya.
“Rakor ini dimaksudkan untuk membahas solusi jangka panjang atas penanganan banjir di Kabupaten Mempawah. Kita upayakan agar banjir yang terjadi hari ini, tidak terulang lagi dimasa depan. Paling tidak kita bisa meminimalisir dampaknya,” kata Ismail.
Lebih lanjut, Ismail menegaskan keseriusan Pemerintah Kabupaten Mempawah untuk melakukan penanggulangan bencana banjir. Karena itu pula, dikatakan Ismail, Pemerintah Kabupaten Mempawah siap berkolaborasi dengan berbagai pihak berkenaan dengan penyiapan data yang diperlukan dalam rangka kajian permasalahan banjir.
“Dengan adanya data yang lengkap dan akurat, tim BNPB RI dapat melakukan analisis secara komprehensif sehingga dapat merumuskan solusi terbaik dalam mencegah terjadinya banjir di masa mendatang,” tuturnya.
Masih dalam kesempatan itu, Ismail berharap rakor tersebut menjadi langkah awal untuk menemukan solusi yang efektif dan berkelanjutan untuk penanganan banjir di masa depan.
“Pada intinya kami tidak ingin banjir yang terjadi hari ini terulang lagi dimasa depan. Kami berharap kehadiran tim BNPB RI dapat menunjukan komitmen pemerintah pusat untuk membantu Pemerintah Kabupaten Mempawah melakukan pemetaan penanganan banjir yang tepat,” harap dia.
Asfirmanto Wasono Adi menegaskan kehadiran tim BNPB RI di Mempawah bertujuan untuk mengumpulkan data serta melakukan pemantauan langsung di lapangan. Data yang diperoleh akan dianalisis secara mendalam dan disampaikan ke tingkat nasional untuk ditindaklanjuti.
“Melalui pertemuan ini, kami berharap dapat mengumpulkan informasi dan data yang diperlukan guna menghasilkan rekomendasi penanganan banjir yang tepat bagi Kabupaten Mempawah,” singkatnya.(wah)
Editor : A'an