PONTIANAK POST – Mensukseskan acara pagelaran adat Naik Dango ke-40 tahun 2025 di Kecamatan Sadaniang, panitia menggelar rapat koordinasi (rakor) di Gedung Pertemuan Kantor Camat Sadaniang, belum lama ini, Naik Dango Kecamatan Sadaniang akan berlangsung pada 26-28 April 2025.
Rakor dihadiri Ketua Umum Panitia Naik Dango ke-40 tahun 2025, Ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten Mempawah, Ketua Dewan Adat Dayak Kecamatan Sadaniang, Camat Sadaniang, Kapolsubsektor Kecamatan Sadaniang, Kepala Desa se-Kecamatan Sadaniang dan jajaran panitia Naik Dango ke-40 tahun 2025.
Ketua Panitia Naik Dango, Paulus Luno menjelaskan materi yang dibahas dalam rapat koordinasi. Mulai dari kerangka kerja, penyusunan jadwal dan hal-hal lain yang mendukung kelancaran kegiatan Naik Dango ke-40 di Kecamatan Sadaniang.
“Kita bahas kerangka kerja, lalu kita susun jadwal kegiatan dalam event Naik Dango ke-40, serta jadwal-jadwal kegiatan lainnya seperti rapat kerja hingga sosialisasi di tingkat kabupaten,” terang Paulus Luno usai rapat.
Menurut dia, salah satu agenda penting nanti yakni sosialisasi ditingkat kabupaten. Sebab, sosialisasi tersebut akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan mulai dari pemerintah daerah, Forkopimda, OPD, Kepala Desa dan lainnya.
“Kita sosialisasikan dulu bahwa event Naik Dango ke-40 di Kecamatan Sadaniang nanti merupakan event tingkat kabupaten,” paparnya.
Terkait persiapan, disampaikan Paulus Luno telah berlangsung sekitar 60 persen. Dia optimis persiapan berjalan dengan baik dan lancar, mengingat pelaksanaan acara yang masih menyisakan waktu yang cukup panjang sekitar 3 bulan ke depan.
“Secara fisik persiapan kita sekitar 60 persen. Dengan waktu acara masih sekitar 3 bulan kedepan, maka segala sesuatunya masih bisa kita persiapkan dengan maksimal sesuai yang direncanakan,” tegas dia.
Lebih lanjut, dia mengatakan berkenaan dengan rangkaian acara pada Naik Dango ke-40 nanti pastinya berkenaan dengan kegiatan adat budaya. Seperti seni tari, musik, seni olahraga tradisional dan lainnya.
“Pastinya berkaitan dengan kegiatan-kegiatan budaya, ada juga seni olahraga tradisional seperti beladiri, pencak silat dan lainnya. Termasuk pula olahraga budaya yang sempat kita lupakan seperti pangkak gasing dan lainnya,” papar dia.
“Karena Naik Dango inikan sifatnya event pesta untuk hasil gawai padi yang artinya kita naikan padi di dango atau di langkau, nah event budaya ini untuk menyambut padi ini yang perlu dimeriahkan," pungkasnya.(wah)
Editor : A'an