PONTIANAK POST - Warga Dusun Parit Lintang RT 02 RW 09 patut dijadikan contoh bagi Dusun lainnya di Kabupaten Mempawah. Pasalnya mereka secara swadaya, membangun gerbang yang menggambarkan budaya warganya yaitu Melayu. "Pembangunan gerbang dilaksanakan mulai Januari lalu, semuanya secara swadaya, baik pengerjaan maupun pembelian bahannya," ungkap Hendry, Ketua RT 02 RW 09.
Hendry mengungkapkan, latar belakang pembangunan merupakan ide dari dirinya untuk memperindah dusun. Sehingga dirinya berinisiatif mengajak warga untuk bersama-sama mewujudkan keinginan tersebut. Pada akhirnya gerbang yang juga menjadi simbol jalur masuk ke Dusun Gunung RT 01 RW 10, Dusun Sungai Sahang RT 01 RW 09 dan Jalan Amiruddin Khattab dapat terealisasikan.
"Alhamdulillah respon warga sangat baik, jadi kami mulai dengan urunan warga untuk pembelian material, dan pada akhir pekan mengerjakan secara gotong royong," tuturnya. Bakri, salah satu warga yang merancang gerbang mengatakan ide bentuk bangunan nantinya yaitu berupa ornamen tanjak di tiang bagian kanan gerbang, sedangkan bagian kiri berupa keris atau badik.
"Kedua objek tersebut merupakan ciri khas Melayu, yang merupakan suku mayoritas warga di wilayah ini," ungkapnya. Untuk gerbang sendiri, lanjut dia, kedua tiang dengan diameter 80 x 80 cm dan tinggi 175 cm, tidak terhubung dengan portal yang melintang di atas jalan, karena terbatasnya dana yang diperoleh.
"Jadi dikerjakan sesuai dana. Nantinya akan dicat kuning dan diberi ornamen bebatuan dibawahnya, untuk menambah kesan keindahan gerbang," tukas dia.(wah)
Editor : A'an