PONTIANAK POST – Memaksimalkan pelayanan bagi para calon jemaah haji 1446 H, Pemerintah Kabupaten Mempawah bekerjasama dengan Kementrian Agama (Kemenag) Mempawah menggelar bimbingan manasik haji di Aula Masjid Agung Al-Falah Mempawah. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari sejak Rabu-Kamis (23-24/4) itu diikuti 183 calon jemaah haji Kabupaten Mempawah.
Pembukaan bimbingan manasik haji turut dihadiri Bupati Mempawah, Hj Erlina, SH, MH, Sekretaris Daerah (Sekda) Mempawah H Ismail, Kakan Kemenag Mempawah Ikhwan Pohan beserta jajarannya, petugas haji kloter dan non-kloter, serta ratusan calon jemaah haji Kabupaten Mempawah.
Dalam kesempatan itu, Bupati Erlina mengatakan ibadah haji merupakan puncak dari perjalanan spiritual seorang muslim sehingga, haji bukan sekedar kewajiban melainkan momentum kontemplatif pengabdian total seorang hamba kepada Tuhan-NYA.
“Karena itu, pelaksanaan ibadah haji memerlukan kesiapan yang menyeluruh. Baik itu kesiapan fisik, mental, spiritual hingga administrasi dan logistik,” kata Bupati.
Manasik haji, menurut Bupati Erlina bukan sekedar rutinitas, akan tetapi memiliki peranan strategis dalam membekali calon jemaah haji agar memahami secara menyeluruh rukun, wajib dan sunnah haji.
“Manasik juga memperkenalkan kepada jemaah bagaimana menghadapi kondisi nyata di tanah suci, termasuk masalah cuaca, dinamika rombongan, budaya hingga sikap disiplin waktu,” ujarnya.
Dalam hal ini, dikatakan Erlina, Pemerintah Kabupaten Mempawah melalui APBD telah mengalokasikan anggaran terkait jasa keberangkatan jemaah haji atau biaya lokal haji. Setiap calon jemaah haji akan mendapatkan anggaran sebesar Rp 5,7 juta.
“Seharusnya biaya lokal haji ini dibebankan kepada masing-masing calon jemaah haji. Namun, Pemerintah Kabupaten Mempawah membuat kebijakan untuk menanggung biaya tersebut melalui APBD. Biaya yang kita tanggung sebesar Rp 5.767.000,- per jemaah haji,” ungkapnya.
Masih dalam kesempatan itu, Bupati Erlina mengingatkan pelaksanaan ibadah haji tak lepas dari nilai ukhuwah, kesabaran dan pengendalian diri. Maka, Bupati berpesan agar para jemaah selalu menjaga etika, sikap dan perilaku.
“Untuk seluruh calon jemaah haji, saya berharap agar benar-benar mengikuti kegiatan bimbingan manasik haji ini dengan sungguh-sungguh. Serap semua ilmu yang disampaikan, praktikan dengan serius dan jangan malu bertanya. Karena, bekal terbaik untuk melaksanakan ibadah haji adalah ilmu dan niat yang tulus,” pungkasnya.(wah)
Editor : Hanif