Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Musrenbang Mempawah 2025-2029: Fokus Pada Empat Isu Strategis

Wahyu Ismir Jartha Kusuma • Jumat, 25 April 2025 | 15:56 WIB
MUSRENBANG: Peserta musrenbang tingkat Kabupaten Mempawah.
MUSRENBANG: Peserta musrenbang tingkat Kabupaten Mempawah.

PONTIANAK POST – Pemerintah Kabupaten Mempawah menggelar Musrenbang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026. Musrenbang dibuka oleh Bupati Mempawah, Erlina, Rabu (23/4) di Kantor Bupati Mempawah.

Turut hadir Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan beserta jajaran OPD Provinsi Kalbar, Anggota DPRD Provinsi Kalbar dan DPRD Kabupaten Mempawah, Forkopimda Kabupaten Mempawah dan OPD di lingkungan Pemkab Mempawah, perwakilan instansi vertikal, tokoh masyarakat serta pihak terkait lainnya.

Bupati Erlina mengatakan Musrenbang merupakan wadah strategis dalam merumuskan arah pembangunan lima tahun ke depan. Ia menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam menyusun rencana pembangunan yang selaras dengan visi nasional dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“RPJMD ini disusun dengan fokus pada empat isu strategis, yakni pelayanan dasar dan infrastruktur, keberlanjutan sumber daya alam, mitigasi bencana, dan pengurangan ketimpangan sosial-ekonomi,” ujarnya.

Di samping itu, lanjut Erlina, RPJMD Kabupaten Mempawah tahun 2025–2029 menetapkan visi daerah yakni “Terwujudnya Kabupaten Mempawah yang Cerdas, Mandiri, Terdepan, dan Berkelanjutan”.

“Visi ini diturunkan ke dalam empat misi utama yang mencakup tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas hidup masyarakat, pembangunan infrastruktur berwawasan lingkungan, dan penguatan ekonomi berbasis potensi lokal,” tuturnya.

Bupati Erlina mengungkapkan capaian pembangunan termasuk meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 68,91 pada 2023 menjadi 69,63 di 2024, serta pertumbuhan ekonomi mencapai 6,62 persen yang tertinggi di Kalimantan Barat. Selain itu, angka kemiskinan turun menjadi 4,83 persen, dan tingkat pengangguran terbuka juga menunjukkan penurunan.

“Melalui Musrenbang RPJMD dan RKPD ini kita bersama menyepakati beberapa target dan indikator yang akan kita laksanakan bersama-sama selama lima tahun mendatang, dan dicapai pada setiap tahunnya,” harapnya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan dalam arahannya menyampaikan sinergi pusat dan daerah menjadi kunci dalam mencapai target pembangunan jangka menengah dan panjang. Ria Norsan juga menyoroti pertumbuhan ekonomi Kalbar sebesar 4,90 persen di tahun 2024 yang ditopang oleh sektor perdagangan dan jasa.

“Pemerintah provinsi akan terus mendorong pemerataan investasi, peningkatan produktivitas komoditas unggulan, serta penguatan UMKM dan sentra industri berbasis desa,” janji Ria Norsan yang juga mantan Bupati Mempawah dua periode itu.

Gubernur berharap, Pemerintah Kabupaten Mempawah fokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, guna mendongkrak IPM sekaligus memperkuat fondasi pembangunan jangka panjang.

“Musrenbang RPJMD dan RKPD ini diharapkan menghasilkan rumusan program prioritas yang menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mengakselerasi pembangunan Kabupaten Mempawah secara inklusif, tangguh dan berkelanjutan,” tandasnya.(wah)

Editor : Hanif
#mempawah #RPJMD #OPD #RKPD #Musrenbang #BUPATI MEMPAWAH #anggota dprd #pemerintah kabupaten #Erlina