PONTIANAK POST – Seorang warga Desa Sungai Bakau Kecil, Kecamatan Mempawah Timur, Abdul Baki (51), ditemukan meninggal dunia di atas pohon kelapa saat hendak mengumpulkan nira, Selasa (29/4). Korban ditemukan dalam posisi tertelungkup di pelepah pohon setinggi 20 meter, sekitar pukul 10.00 WIB.
Menurut adik korban, Sidik, peristiwa nahas ini pertama kali diketahui oleh istri korban yang merasa khawatir karena suaminya tak kunjung turun dari pohon dan terlihat tidak bergerak. Ia kemudian memberi tahu keluarga, yang langsung melakukan proses evakuasi secara manual.
“Kami menggunakan kain sarung dan tali panjang untuk menurunkan jenazah secara perlahan,” ujar Sidik.
Setelah berhasil diturunkan, jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Jalan Konsasi, RT 028 RW 008, dan tidak dibawa ke fasilitas kesehatan. Keluarga memutuskan untuk langsung memakamkan almarhum di Pemakaman Umum Pasir Palembang pada hari yang sama.
Kematian Abdul Baki meninggalkan duka mendalam di tengah keluarga dan warga sekitar yang mengenalnya sebagai sosok pekerja keras dan rajin dalam mencari nafkah.
"Kami semua terkejut dan terpukul karena kejadian ini," singkatnya.
Menanggapi isu yang beredar bahwa Abdul Baki meninggal akibat tersengat listrik, pihak keluarga dengan tegas membantah kabar tersebut.
“Tidak ada kabel listrik di area kebun. Ini murni musibah, kemungkinan karena almarhum mengalami gangguan kesehatan saat sedang memanjat,” tegas Sidik.(wah)
Editor : Hanif