PONTIANAK POST – MTs Negeri 1 Mempawah tampil sebagai juara umum dalam Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) KKMTs 01 Kabupaten Mempawah Tahun 2025. Kompetisi yang berlangsung pekan lalu di MTs Nahdatul Ulama itu, diikuti 23 madrasah se-Kabupaten Mempawah
Dalam ajang PORSENI 2025, ada 13 cabang olahraga dan seni yang dipertandingkan. Hasilnya, MTs Negeri 1 Mempawah meraih total 9 medali, terdiri dari 8 medali emas dan 1 medali perunggu. Perolehan tersebut mengantarkan MTs Negeri 1 Mempawah tampil sebagai juara umum.
Ketua kontingen MTsN 1 Mempawah, Ita Darlina mengungkapkan PORSENI merupakan ajang tahunan yang selalu dinanti oleh seluruh madrasah di wilayah tersebut. Ajang ini menjadi wadah strategis untuk menyalurkan bakat serta minat siswa dalam bidang olahraga dan seni.
“Setiap tahunnya, ratusan peserta dari berbagai madrasah ikut berkompetisi. PORSENI tidak hanya soal lomba, tapi juga tentang semangat sportivitas, kerja sama, dan pengembangan karakter siswa. Alhamdulillah, tahun ini kami bisa tampil maksimal dan membawa pulang juara umum," ujar Ita.
Sementara itu, Kepala MTs Negeri 1 Mempawah, Tutik Rusmawati menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas prestasi yang diraih anak didiknya dalam ajang tersebut. Menurut dia, keberhasilan itu merupakan hasil kerja keras seluruh pihak di MTsN 1 Mempawah, mulai dari siswa, guru pembimbing, panitia, hingga dukungan penuh dari orang tua siswa.
“Prestasi ini bukan hasil kerja satu orang, tapi hasil dari kerja tim yang solid. Kami sangat berterima kasih kepada seluruh guru pembimbing yang telah memberikan pelatihan terbaik, kepada siswa yang telah berjuang maksimal, serta panitia yang telah bekerja keras. Ini adalah kemenangan bersama,” tegas dia.
Lebih lanjut, Tutik berharap agar capaian ini tidak hanya berhenti di tingkat kabupaten. Ia mendorong agar siswa terus mengembangkan diri dan bersiap untuk melangkah ke kompetisi tingkat yang lebih tinggi, baik provinsi maupun nasional.
“Semoga prestasi ini bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan. Kami ingin MTsN 1 Mempawah tidak hanya dikenal di Mempawah, tapi juga di Kalimantan Barat bahkan nasional,” harap dia.(wah)
Editor : Hanif