PONTIANAK POST - Harga jual sejumlah komoditi di Pasar Tradisional Sebukit Rama Mempawah mengalami kenaikan pascamomentum perayaan Iduladha 1446 H. Kenaikan disebabkan berkurangnya pasokan barang ke pasar.
Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja (Perindagnaker) Mempawah, Hendri Kurniawan mengungkapkan hasil monitoring yang dilakukan di Pasar Tradisional Sebukit Rama Mempawah menunjukan adanya kenaikan harga jual sejumlah komoditi.
“Beberapa komoditi yang harga jualnya terpantau mengalami kenaikan pasca Iduladha seperti daging ayam semula Rp 35 ribu, naik menjadi Rp 40 ribu per kg. Begitu pun dengan telur ayam juga naik dari 29 ribu menjadi Rp 30 ribu per kg,” terang Hendri, kemarin di Mempawah.
“Bawang merah lokal juga mengalami kenaikan, dari harga awal Rp 30 ribu menjadi Rp 36 ribu. Kenaikan harga ini disebabkan kurangnya pasokan barang ke pasar,” tambah Hendri.
Lebih lanjut, Hendri mengatakan pihaknya juga menemukan sejumlah komoditi yang harga jualnya turun pascamomentum Iduladha. Seperti komoditi cabe dan bawang putih.
“Cabe merah besar semula Rp 50 ribu, turun menjadi Rp 45 ribu per kg. Kemudian, cabe keriting semula Rp 60 ribu turun menjadi Rp 30 ribu, cabe rawit merah semula Rp 50 ribu menjadi Rp 45 ribu, serta bawang putih dari Rp 35 ribu menjadi Rp 32 ribu per kg,” paparnya.
Terkait kenaikan harga sejumlah komoditi, Hendri menghimbau konsumen tidak terlalu khawatir. Sebab, dia meyakini harga barang akan stabil ketika pasokan barang ke pasar kembali normal.
“Kami akan terus melakukan monitoring dan pengawasan terhadap aktivitas pasar. Pasti kita akan mempersiapkan langkah-langkah antisipasi agar kenaikan harga komoditi ini tidak menimbulkan keresahan konsumen,” pungkasnya.(wah)
Editor : Hanif