PONTIANAK POST - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispussip) Kabupaten Mempawah acara bedah buku koleksi perpustakaan daerah tahun 2025 berjudul ‘Sejarah Mempawah Tempo Doeloe’. Acara bedah buku tersebut dibuka Sekda Drs H Ismail, MM, belum lama ini di Wisma Chandramidi Mempawah.
Buku ‘Sejarah Mempawah Tempo Doeloe’ merupakan karya Almarhum Ellyas Suryani Soren. Beliau dikenal sebagai sebagai budayawan, seniman, dan pegiat literasi di Kabupaten Mempawah.
Dalam sambutannya, Sekda Ismail mengatakan, kegiatan bedah buku tersebut merupakan salah satu bentuk nyata membangun kecerdasan literasi di masyarakat Kabupaten Mempawah.
“Ini sebagai upaya meningkatkan budaya membaca dan berpikir kritis di masyarakat,” kata Ismail.
Ismail memberikan apresiasi terhadap buku ‘Sejarah Mempawah Tempo Doeloe’. Karena, menurut Ismail, buku tersebut memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi bagi masyarakat Kabupaten Mempawah.
“Buku ini bukan hanya catatan sejarah, tetapi juga warisan intelektual dari seorang tokoh lokal, almarhum Ellyas Suryani Soren. Sosok sederhana namun cerdas, penuh kepedulian terhadap budaya dan sejarah daerahnya," pujinya.
Masih dikatakan Sekda Ismail, hanya sedikit orang yang mampu menuangkan sejarah daerah menjadi sebuah tulisan utuh yang dapat dibaca dan dipelajari banyak orang.
"Maka, buku-buku sejarah daerah ini harus terus dijaga, diterbitkan kembali secara berkala, bahkan dapat dijadikan bahan ajar di sekolah-sekolah dasar dan menengah," pendapatnya.
Sementara itu, Kepala Dispussip Mempawah Nurmala dalam laporanya menyampaikan, kegiatan bedah buku ini bertujuan untuk mempromosikan koleksi perpustakaan daerah kepada masyarakat luas.
“Kegiatan ini dilaksanakan secara luring dengan peserta sebanyak 62 orang, terdiri dari 20 mahasiswa dan 42 pelajar SMA sederajat. Diharapkan mereka bisa menangkap nilai-nilai sejarah yang terkandung dalam buku ini,” tuturnya.
Kegiatan bedah buku ‘Sejarah Mempawah Tempo Doeloe’ menghadirkan narasumber diantaranya, Dwi Cahyo Prasetyo, dari Universitas Muhammadiyah Pontianak, serta Beno Supriyatni, dari Forum Indonesia Menulis.(wah)
Editor : Hanif