Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Delapan Pendaki Dievakuasi dari Puncak Loncek Usai Hilang Saat Cuaca Buruk

Wahyu Ismir Jartha Kusuma • Selasa, 17 Juni 2025 | 13:52 WIB
EVAKUASI: Delapan remaja pendaki yang tersesat diamankan di pemukiman masyarakat, usai dievakuasi oleh PMI Mempawah dan warga.
EVAKUASI: Delapan remaja pendaki yang tersesat diamankan di pemukiman masyarakat, usai dievakuasi oleh PMI Mempawah dan warga.

PONTIANAK POST – Delapan pendaki terpaksa dievakuasi dari Puncak Loncek di kawasan Bukit Sepancenk, Kecamatan Anjungan, Senin (16/6) dini hari. Sebelumnya mereka dinyatakan hilang sehari sebelumnya saat kondisi cuaca buruk di lokasi tersebut.

Enam pendaki terdiri atas Martin (20), Bagas (18), Yuli Kartika (23), Dipa Pratama Dinata (19), Dewi Sartika (22), Li Nyi Cien (21), Tarisiya (20), dan Rika Hardianti (18). Mereka nekat mendaki Bukit Sepancenk tanpa peralatan keamanan standar dan tanpa rencana matang, Minggu (15/6). Saat hujan deras mereka kehilangan arah (tersesat). Bahkan, salah satu diantaranya mengalami gejala awal hipotermia karena pakaian yang tak sesuai untuk cuaca ekstrem.

Laporan hilangnya pendaki ini diterima keluarga, warga sekitar, dan relawan PMI pada Minggu malam, yang segera bergerak cepat. Sekitar pukul 01.30 WIB tim menuju lokasi pendakian.

“Mereka ini bukan pendaki berpengalaman. Hanya tiga orang yang pernah naik gunung sebelumnya. Yang lainnya baru pertama kali, bahkan ada beberapa perempuan yang tak tahu medan,” ujar Ketua PMI Mempawah, Arief Rinaldi.

Dengan kondisi hujan dan jalur terjal yang rawan longsor, pencarian berlangsung penuh tantangan.

“Jarak pandang sangat terbatas dan jalur sangat berat,” ungkap Arief.

Pada Senin (16/6) pukul 04.20 WIB, tim berhasil mendapat titik koordinat lewat pesan singkat. Lokasi para remaja ternyata sudah melenceng jauh dari jalur utama dan mendekati wilayah hutan di Kecamatan Toho.

Sekitar pukul 05.47 WIB, suara teriakan salah satu remaja menjadi titik terang pencarian. Tim pun berhasil menemukan seluruh korban dalam kondisi selamat, meski kedinginan dan kelelahan. Pemeriksaan awal langsung dilakukan di tempat sebelum mereka dibawa ke rumah warga terdekat untuk pemulihan.

Arief mengingatkan pentingnya kesiapan fisik, logistik, dan informasi sebelum melakukan kegiatan di alam terbuka.

“Ini jadi pelajaran penting. Jangan anggap remeh gunung. Selalu persiapkan diri dan informasikan rencana pendakian ke pihak terkait,” tegas Arief. (wah)

Editor : Hanif
#hilang #cuaca buruk #pendaki #Dievakuasi #anjungan