Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pemkab Mempawah Peringati Hari Berkabung Daerah, Ajak Bangkit dan Bersinergi Bangun Negeri

Wahyu Ismir Jartha Kusuma • Selasa, 1 Juli 2025 | 13:49 WIB
UPACARA: Suasana upacara peringatan hari berkabung daerah di Kantor Bupati Mempawah.
UPACARA: Suasana upacara peringatan hari berkabung daerah di Kantor Bupati Mempawah.

PONTIANAK POST  – Pemerintah Kabupaten Mempawah menggelar peringatan Hari Berkabung Daerah Provinsi Kalimantan Barat tahun 2025. Peringatan ditandai dengan upacara bendera yang dipimpin Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi Burdadi, Senin (30/6) pagi di Halaman Kantor Bupati Mempawah.

Upacara turut dihadiri Forkopimda, Kepala OPD, Ketua TP PKK, perwakilan TNI/Polri, organisasi kepemudaan, pelajar, ASN dan berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Mempawah. Membacakan sambutan tertulis Gubernur Kalbar H Ria Norsan, Juli Suryadi mengatakan peringatan hari berkabung daerah merupakan momentum untuk mengenang salah satu peristiwa penting di Kalimantan Barat.

“Upacara ini merupakan bentuk penghargaan kepada para pejuang, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat atas perjuangan mereka dalam mempertahankan bangsa dari penjajahan Jepang. Sekaligus pengingat bagi generasi muda agar tidak melupakan sejarah dan nilai-nilai kepahlawanan," kata Juli Suryadi.

Juli Suryadi menyebut, peringatan Hari Berkabung Daerah yang dilakukan setiap tanggal 28 Juni merupakan momentum mengenang perjuangan rakyat Kalimantan Barat dalam melawan militer tentara pendudukan Jepang di Kalimantan Barat.

"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Sudah sepantasnya kita bersyukur, karena dapat menikmati kemerdekaan yang diraih melalui pengorbanan para pejuang," tuturnya.

Karena itu, Juli berharap peringatan Hari Berkabung Daerah tahun 2025 yang mengangkat tema 'Keteladanan Pahlawan Bangsa adalah Motivasi untuk Membangun Negeri', dapat meningkatkan semangat generasi muda dalam membangun daerah dan negara, berlandaskan semangat cinta tanah air, kepedulian, dan kebersamaan.

“Upacara ini menjadi ajakan untuk bersama-sama mengatasi berbagai persoalan bangsa, seperti kemiskinan, pengangguran, keterlantaran, kesehatan, pendidikan, hingga bencana alam dan masalah sosial lainnya,” katanya.

Maka, lanjut Juli, nilai-nilai perjuangan seperti rela berkorban, pantang menyerah, dan gotong royong hendaknya dapat terus diwariskan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

"Dengan semangat Hari Berkabung Daerah, mari kita rapatkan barisan, bersinergi membangun negeri, menjaga persatuan, dan mendukung program-program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat," ungkapnya.

Dalam upacara tersebut, juga dibacakan nama-nama tokoh masyarakat Kalbar yang menjadi korban kekejaman tentara Kekaisaran Jepang pada masa Perang Dunia ke-2. Para korban dimakamkan di Makam Juang Mandor.

Sejumlah nama-nama tokoh yang menjadi korban kekejaman Jepang seperti, Raja Mempawah Gusti Muhammad Taufik Accamaddin, Direktur Rumah Sakit Pontianak Raden Rubini Natawisastra dan lainnya.(wah)

Editor : Hanif
#mempawah #bersinergi bangun negeri #Hari Berkabung Daerah #bangkit #upacara