Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Tradisi Robo-Robo, Warga Mempawah Berburu Ketupat di Pasar Pagi

Wahyu Ismir Jartha Kusuma • Rabu, 20 Agustus 2025 | 12:00 WIB
ANYAMAN: Penjualan anyaman ketupat laris manis menjelang perayaan Robo-robo.
ANYAMAN: Penjualan anyaman ketupat laris manis menjelang perayaan Robo-robo.

PONTIANAK POST — Warga Mempawah berbondong-bondong ke Pasar Pagi Sungai Pinyuh, Selasa (19/8) pagi. Mereka berburu ketupat yang menjadi hidangan wajib dalam tradisi Robo-robo.

Robo-Robo sendiri dikenal sebagai warisan budaya masyarakat Melayu di Mempawah. Selain mengandung nilai spiritual, tradisi ini juga memperkuat ikatan sosial antarwarga dan membawa berkah tersendiri bagi para pedagang pasar.

Salah seorang pedagang, Maisum, warga Sungai Rasau, mengatakan dirinya menyiapkan hingga 1.500 biji ketupat untuk dijual pada hari itu. “Satu ikat ada sepuluh biji, harganya Rp8.000. Biasanya saat mendekati Robo-robo permintaan meningkat drastis,” ujarnya.

Bagi masyarakat Sungai Pinyuh dan sekitarnya, ketupat memiliki makna lebih dari sekadar makanan. Ketupat menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi Robo-robo, yang diawali dengan doa bersama memohon keselamatan serta tolak bala. Setelah doa, warga berkumpul dan makan bersama dengan menu utama ketupat serta aneka lauk pauk yang dibawa masing-masing keluarga.

Menurut Maisum, suasana kebersamaan inilah yang menjadikan ketupat istimewa saat perayaan.

"Kalau sudah Robo-robo, makan ketupat bareng jadi ciri khasnya. Kurang lengkap rasanya kalau tanpa ketupat,” tuturnya. (wah)

Editor : Hanif
#mempawah #perayaan #robo robo #laris manis #anyaman ketupat #budaya #melayu