Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Dua Pelajar Luka Serius Akibat Balap Liar di Sungai Pinyuh

Wahyu Ismir Jartha Kusuma • Senin, 13 Oktober 2025 | 10:43 WIB
LAKA: Salah satu korban laka balapan liar di Patoka Sungai Pinyuh saat dievakuasi ke Puskesmas.
LAKA: Salah satu korban laka balapan liar di Patoka Sungai Pinyuh saat dievakuasi ke Puskesmas.

PONTIANAK POST – Aksi balapan liar menelan korban. Dua pelajar asal Sungai Pinyuh mengalami luka serius setelah terlibat kecelakaan di Jalan Patoka Sungai Pinyuh, Sabtu malam (11/10), sekitar pukul 22.00 WIB.

Informasi yang dihimpun dari kepolisian menyebutkan, kecelakaan tersebut melibatkan tiga sepeda motor: Honda Beat tanpa identitas pengendara, Honda Vario tanpa nomor polisi yang dikendarai Matius Hiuwiliam (14), dan Honda PCX KB 6440 BS yang dikendarai Fachrul Rozi (15).

Kanit Lantas Polsek Sungai Pinyuh AKP Bambang membenarkan peristiwa itu. Menurutnya, ketiga motor tersebut diduga sedang terlibat balapan liar di Jalan Patoka.

“Dari hasil pemeriksaan awal, dua motor di depan bersenggolan. Motor ketiga yang berada di belakang tidak sempat menghindar karena jarak terlalu dekat,” jelasnya.

Akibat tabrakan tersebut, Matius mengalami luka cukup parah di bagian kepala dan wajah. Ia sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Sungai Pinyuh, sebelum dirujuk ke RS Medika Jaya Pontianak karena diduga mengalami retak di tengkorak belakang.

Sementara itu, Fachrul mengalami luka lecet di wajah dan kaki kiri serta pembengkakan pada bagian paha. Kedua korban kini dalam penanganan medis intensif.

Polisi telah mengamankan dua kendaraan sebagai barang bukti, sementara kerugian material diperkirakan mencapai Rp10 juta.

AKP Bambang menambahkan, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengatur arus lalu lintas, memeriksa sejumlah saksi, dan melaporkan kejadian tersebut melalui sistem IRSMS dan DORS.

Ia juga mengimbau masyarakat, terutama orang tua, agar lebih ketat mengawasi aktivitas anak-anaknya. Pihak kepolisian berharap, kejadian ini menjadi pelajaran bagi remaja agar tidak terlibat dalam kegiatan berisiko tinggi yang dapat berakhir tragis.

“Balapan liar bukan hanya melanggar hukum, tapi juga membahayakan nyawa. Kami akan meningkatkan patroli malam di lokasi-lokasi rawan,” tegas Bambang. (wah)

Editor : Hanif
#evakuasi #korban #Sungai Pinyuh #Luka Berat #laka #puskesmas #balap liar #pontianak