Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Perpustakaan Desa Didorong Jadi Pusat Literasi dan Kesejahteraan Masyarakat Mempawah

Wahyu Ismir Jartha Kusuma • Minggu, 26 Oktober 2025 | 20:14 WIB

Seorang mahasiswa mencari buku di perpustakaan. (DOK PONTIANAK POST)
Seorang mahasiswa mencari buku di perpustakaan. (DOK PONTIANAK POST)

PONTIANAK POST - Asisten Administrasi dan Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Mempawah, Nurmala, menegaskan bahwa keberadaan perpustakaan desa dan kelurahan tidak bisa dipandang sebelah mata.

Menurutnya, perpustakaan kini harus bertransformasi dari sekadar tempat penyimpanan buku menjadi pusat kegiatan masyarakat dan sumber informasi praktis yang mendorong peningkatan kesejahteraan warga.

“Perpustakaan desa dan kelurahan merupakan ujung tombak gerakan literasi masyarakat,” ujar Nurmala saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Tenaga Perpustakaan dan Pustakawan Desa/Kelurahan se-Kabupaten Mempawah Tahun 2025, di Wisma Chandramidi, Mempawah.

Ia menjelaskan, melalui program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, perpustakaan diharapkan dapat menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk belajar, berkreasi, dan mengembangkan diri.

“Bimtek ini menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam memajukan literasi dan meningkatkan kualitas layanan perpustakaan di tingkat desa dan kelurahan,” tambahnya.

Nurmala berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh peserta dapat segera diterapkan di wilayah kerja masing-masing. “Dengan begitu, akan ada dampak nyata dalam peningkatan literasi masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispussip) Mempawah, Suwanda, menyampaikan bahwa bimtek ini bertujuan meningkatkan kompetensi dan profesionalisme tenaga perpustakaan agar layanan semakin berkualitas.

“Melalui bimtek ini, diharapkan pengelola perpustakaan mampu memperkuat peran perpustakaan dalam mendukung peningkatan Indeks Literasi Masyarakat (ILM) di Kabupaten Mempawah,” ujarnya.

Bimtek tersebut diikuti 67 peserta dari 60 desa dan 7 kelurahan di Kabupaten Mempawah. Narasumber tunggal berasal dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Barat, yang membawakan materi seputar pengelolaan perpustakaan modern dan penerapan teknologi informasi dalam layanan literasi.

Suwanda menegaskan bahwa dengan peningkatan kapasitas tersebut, perpustakaan desa dan kelurahan diharapkan semakin berdaya guna, dikelola secara profesional, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin melahirkan pustakawan yang kompeten, kreatif, dan inovatif dalam mengelola perpustakaan,” pungkasnya. **



 
 
 
Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#mempawah #desa #Perpustakaan