PONTIANAK POST — Warga Kelurahan Sungai Pinyuh, Kecamatan Sungai Pinyuh, gempar dengan penemuan kerangka manusia di kawasan kaki Bukit Seliung, Jumat (7/11). Setelah diidentifikasi kerangka tersebut adalah Lie Bun Kong alias Ajung (55), yang dilaporkan hilang sekitar dua bulan lalu.
Penemuan ketika Ciu Fa (67), kakak kandung Ajung, hendak mencari buah belimbing di kebun belakang rumah. Ia mencium bau busuk menyengat dan menemukan tulang kaki manusia di dekat gorong-gorong berlumpur.
“Saya langsung mengenali celananya, itu milik adik saya. Celana itu saya sendiri yang membelikan,” ujar Ciu Fa kepada petugas.
Ketua RT setempat, Ajit, membenarkan laporan tersebut dan segera meneruskannya ke Polsek Sungai Pinyuh. “Setelah dilaporkan, polisi langsung datang ke lokasi untuk memastikan kebenarannya,” ujarnya.
Korban diketahui hidup seorang diri di rumah peninggalan orang tuanya di Jalan Karya Bakti RT 03 RW 01, Sungai Pinyuh. Ia tidak menikah dan mengidap penyakit epilepsi (ayan) sejak kecil. Sejak awal September 2025, korban dinyatakan hilang dan sempat dicari melalui media sosial serta laporan ke Dinas Sosial dan aparat kepolisian.
Pamatwil Polres Mempawah, Ipda Sumartian Suheri, menyatakan tim gabungan Polsek Sungai Pinyuh bersama Inafis Polres Mempawah telah melakukan olah TKP dan pengumpulan keterangan saksi. Namun, berupa tulang belulang sehingga visum luar tidak dapat dilakukan.
“Otopsi medis diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti kematian, tetapi keluarga menolak (secara tertulis) dengan alasan keyakinan dan kondisi jasad yang sudah membusuk,” katanya.
Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan dengan bantuan Yayasan Kematian Arif Sejahtera Sungai Pinyuh. Petugas dari Puskesmas Sungai Pinyuh dan RSUD dr. Rubini Mempawah juga memastikan kondisi jasad tidak memungkinkan untuk dilakukan pemeriksaan medis lanjutan. “Penyelidikan masih berlanjut untuk melengkapi laporan dan menguatkan keterangan dari saksi-saksi,” tambah Sumartian. (wah)
Editor : Hanif