Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pemkab Mempawah Lakukan Studi Kaji Terap ke Samarinda untuk Tingkatkan Inovasi dan Pelayanan Publik

Wahyu Ismir Jartha Kusuma • Kamis, 13 November 2025 | 14:51 WIB
PERTEMUAN: Pemkab Mempawah melakukan studi kaji terap bersama Pemkot Samarinda.
PERTEMUAN: Pemkab Mempawah melakukan studi kaji terap bersama Pemkot Samarinda.

PONTIANAK POST — Pemerintah Kabupaten Mempawah melakukan studi kaji terap ke Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Kegiatan tersebut sebagai upaya memperbaiki tata kelola pemerintahan dan pengembangan inovasi daerah.

Studi kaji terap dipimpin langsung Bupati Mempawah, Erlina bersama Wakil Bupati, Juli Suryadi Burdadi. Kedatangan rombongan Pemkab Mempawah diterima Wali Kota Samarinda, Andi Harun, bersama wakilnya, Saefuddin Zuhri, beserta jajarannya, Selasa (11/11) di Kantor Inspektorat Kota Samarinda.

Beberapa isu strategis yang dibahas berkaitan dengan kiat-kiat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), penanggulangan dan pengelolaan sampah, serta penerapan aplikasi digital yang telah dilaksanakan Pemerintah Kota Samarinda. Selain itu, juga membahas penguatan sistem perizinan berbasis Online Single Submission (OSS) dan pelaksanaan pembangunan berkelanjutan yang berpihak pada kepenitngan masyarakat dan kemajuan daerah.

Erlina menuturkan, “Mudah-mudahan kami dapat mengadopsi berbagai inovasi dan praktik terbaik yang telah diterapkan Pemerintah Kota Samarinda dalam rangka meningkatkan kualitas layanan publik serta efektivitas tata kelola pemerintahan,” harap Erlina.

Erlina menyatakan hasil studi kaji terap tersebut nantinya akan ditindaklanjuti melalui penyusunan rencana aksi yang konkret di setiap perangkat daerah di Kabupaten Mempawah.

“Banyak hal yang bisa kami adaptasi dan sesuaikan dengan karakteristik daerah Mempawah. Tujuannya untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” tegasnya.

Erlina juga menyoroti keberhasilan Pemerintah Samarinda dalam optimalisasi PAD yang berhasil meningkatkan PAD dari Rp300 miliar menjadi Rp1,2 triliun. “Kami perlu mengoptimalkan PAD dengan menggali potensi lokal, memperkuat sistem pajak dan retribusi daerah, serta mendorong investasi yang berdaya saing. Inovasi pelayanan publik dan digitalisasi perizinan menjadi salah satu langkah nyata untuk memperluas basis PAD tanpa membebani masyarakat,” pungkasnya. (wah)

 

Editor : Hanif
#samarinda #mempawah #Kaji Terap #studi #inovasi daerah #tata kelola